Ada Saham yang Dirugikan Banjir Jakarta, Ada yang Diuntungkan

Ada Saham yang Dirugikan Banjir Jakarta, Ada yang Diuntungkan

- detikFinance
Jumat, 18 Jan 2013 08:12 WIB
Ada Saham yang Dirugikan Banjir Jakarta, Ada yang Diuntungkan
Jakarta - Ada yang dirugikan, ada pula yang diuntungkan dari dampak banjir besar di Jakarta terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin.

Head of Research Bahana Securities Harry Su mengatakan, sektor apartemen, farmasi, perkebunan, bahan pokok, dan spare-parts justru diuntungkan dalam situasi banjir saat ini di saat sektor-sektor lain 'lumpuh' akibat banjir.

"Kami mencoba menganalisa dampak banjir terhadap pasar. Terlepas dari pendapatan perusahaan yang disebabkan banjir, karena banjir maka pelaku pasar banyak tidak ke kantor. Akibatnya volume perdagangan turun dan harga saham bisa bergerak berlebihan," papar Harry dalam risetnya, Jumat(18/1/13).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sektor yang diuntungkan dari banjir antara lain apartemen, farmasi, perkebunan, bahan pokok, spare-parts. Ketika semua jalur distribusi terhambat karena banjir, kami yakin ada sektor-sektor dan saham-saham yang menunjukkan performa lebih baik dari sektor lain di tengah bencana ini,"

Harry menjelaskan, secara umum, ini bisa memberi sentiment positif, antara lain hunian apartemen sewa selama musim banjir akan meningkat. "Kami lihat emiten Lippo Karawaci. Selain apartemen, Lippo juga memiliki unit usaha rumah sakit yang kemungkinan besar menampung lebih banyak orang sakit yang berobat," ujarnya.

Selain Lippo, lanjut Harry, emiten rumah sakit yang baru saja listing PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), yang merupakan pengelola Rumah Sakit Mayapada kemungkinan mendapat berkah terselubung dari bencana banjir ini.

Harry juga menyebutkan, sektor farmasi bisa mendapatkan kenaikan pendapatan karena pembelian obat meningkat mulai dari flu sampai sakit kulit. Saham-saham sektor farmasi antara lain Kalbe Farma dan Tempo Scan Pacific.

Harry menjelaskan, saat bencana seperti banjir ada kebiasaan orang menyetok bahan pokok seperti mie. Ini akan meningkatkan pendapatan ICBP. “Selama hujan orang juga cenderung merokok lebih banyak batang rokok dari hari biasa. Karena itu musim hujan ini bisa meningkatkan penjualan emiten Gudang Garam,” katanya.

Harry juga menyebutkan, perkebunan di Sumatra yang terendam banjir akan mengakibatkan harga CPO naik. Kenaikan harga CPO bisa meningkatkan pendapatan.

Selain itu, mobil-mobil yang rusak akibat terendam banjir menyebabkan kebutuhan akan penggantian spare part mobil meningkat. Salah satu anak usaha emiten otomotif, Astra International yaitu Astra Otoparts diperkirakan mengalami peningkatan penjualan.

Sementara akibat banjir maka akan ada perbaikan-perbaikan di rumah. Karena itu kebutuhan akan produk-produk reparasi akan meningkat. Produk yang terkait dengan hal ini disediakan Ace Hardware (ACES).

Di samping itu, Harry menyebutkan beberapa emiten yang mengalami kerugian akibat banjir. “Antara lain saham semen, kontruksi, batu bara, roti, dan sektor transportasi seperti taksi, pesawat dan juga telekomunikasi,” terang Harry.

Dia menjelaskan, operasi batu bara, semen, kontruksi akan terkendala banjir. Demikian juga dengan kinerja PT Nippon Indosari (ROTI). Penjualan ROTI sebagian besar (69%) di Jabodetabek. Harry memperkirakan akan banyak roti yang terbuang karena ROTI menganut sistem roti segar.

Penjualan retail untuk konsumen menengah bawah diperkirakan menurun. Sebabnya konsumen mereka yang sebagian besar tidak memiliki mobil kesulitan mencapai departemen store karena terjebak banjir.

Harry mencontohkan, Ramayana Lestari. Banjir Jakarta juga melumpuhkan transportasi sehingga kinerja emiten transportasi juga tidak akan bagus pada kondisi bencana ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads