Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (18/1/2013), IHSG ditutup melesat 67,101 poin (1,53%) ke level 4.465,484. Sementara Indeks LQ45 melonjak 14,621 poin (1,94%) ke level 766,919.
Penguatan ini tak hanya mendorong indeks menembus rekor baru tapi juga posisi intraday tertingginya sepanjang sejarah. Rekor intraday IHSG sebelumnya ada di level 4.427,652 yang diraihnya pada Senin 7 Januari 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pasar saham Wall Street berakhir mixed di akhir pekan. Indeks S&P 500 dan Dow Jones menembus level tertingginya sejak 2007, tapi Nasdaq melemah tipis.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 53,68 poin (0,39%) ke level 13.649,70, posisi tertingginya sejak 10 Desember 2007.
Sementara Indeks S&P 500 menanjak 5,04 poin (0,34%) ke level 1.485,98, tertinggi sejak 26 Desember 2007. Sayangnya, Indeks Komposit Nasdaq menipis 1,29 poin (0,04%) ke level 3.134,71.
Hari ini, indeks diperkirakan masih dalam tren menguat sehingga berpotensi lanjutkan penguatan. Namun, posisi indeks yang sudah cukup tinggi bisa terkena aksi ambil untung.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 116,35 poin (1,07%) ke level 10.796,95. Β
- Indeks KOSPI turun 11,52 poin (0,58%) ke level 1.976,33. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG ditutup menguat pada perdagangan terakhir pekan lalu didorong oleh kenaikan Wallstreet sehari sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh beberapa data ekonomi yang bagus, seperti data perumahan dan tunjangan pengangguran. Data ekonomi dan laporan keuangan beberapa emiten yg bagus tersebut mendorong penguatan komoditi. Dua hal ini mendorong S&P500 menembus level tertinggi dlm 5 tahun. Untuk sesaat pasar AS bisa untuk melupakan sejenak terkait kesepakatan penaikan limit utang AS yang harus disepakati pada akhir Februari. Sementara pekan ini kami proyeksikan IHSG masih akan bergerak dalam trend menguat. Aliran dana asing diperkirakan masih akan menjadi penggerak indeks pekan ini. IHSG hari ini diproyeksikan akan bergerak pada kisaran 4.430-4.480.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 67.10 poin (+1.53%) ke 4,465.48 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.67 juta lot atau setara dengan Rp 4.81 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.47%), sektor basic-industries (+1.70%), sektor construction and property (+1.12%), sektor consumer goods (+1.61%), sektor finance (+1.68%), sektor infrastructure (+1.13%), sektor mining (+0.80%), sektor misc-industries (+3.14%), dan sektor trade (+1.19%)
Tercatat sebanyak 144 saham mengalami penguatan, 91 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 133 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+3.33%), BBCA (+3.83%), UNVR (+4.42%), TLKM (+2.62%), dan CPIN (+4.86%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. INDF (-2.46%), GGRM (-0.84%), BTPN (-1.87%), MPPA (-5.13%), dan TOWR (-1.20%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 564.58 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BBRI, BBNI, UNVR, dan BMRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,828 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu merupakan breakout resistance dari pattern broadening top sekaligus mencetak harga tertinggi sepanjang sejarah (highest high). Besar kemungkinan hari ini IHSG kembali akan mengalami penguatan, hal ini terlihat dari bullish engulfing candlestick dan indikator MACD berada di daerah positif.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ASII, AUTO, PTRO.
(ang/ang)











































