Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 6,815 poin (0,15%) ke level 4.458,669. Indeks mulai terkena aksi ambil untung pasca cetak rekor tertingginya akhir pekan lalu.
Indeks sempat menembus level intraday tertingginya hari ini di 4.472,108. Rekor intraday tertinggi sebelumnya pada 4.465,484 diraih indeks akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung terjadi di saham-saham bluechip di sektor perbankan, alias saham bank kelas berat. Beberapa saham komoditas juga jadi target aksi jual.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 62.655 kali pada volume 1,940 miliar lembar saham senilai Rp 1,875 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata menguat dalam rentang yang tipis hingga siang hari ini. Sedangkan bursa saham Jepang terpangkas menjelang pertemuan Bank of Japan.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 3,24 poin (0,14%) ke level 2.320,31.
- Indeks Hang Seng menguat 30,07 poin (0,13%) ke level 23.631,85.
- Indeks Nikkei 225 melemah 82,96 poin (0,76%) ke level 10.830,34.
- Indeks Straits Times bertambah 13,42 poin (0,42%) ke level 3.224,64.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 3.900 ke Rp 63.000, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 12.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 53.350, dan Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 22.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 40.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 20.700, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 21.850, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 150 ke Rp 6.700.
(ang/dru)
