Medco Dapat 3 Kontrak Baru dari Pembeli Gas Dalam Negeri

Medco Dapat 3 Kontrak Baru dari Pembeli Gas Dalam Negeri

- detikFinance
Senin, 21 Jan 2013 14:05 WIB
Medco Dapat 3 Kontrak Baru dari Pembeli Gas Dalam Negeri
Jakarta -

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), melalui anak perusahaannya PT Medco E&P Indonesia, dapat kontrak penyaluran gas ke tiga pembeli di dalam negeri.

Kontrak yang ditandatangani emiten berkode MEDC itu antara lain Joint Operating Body PT Pertamina Medco Tomori Sulawesi, dengan PT Panca Amara Utama (PAU). Kemitraan Joint Operating Body PT Pertamina Medco Tomori Sulawesi terdiri dari Pertamina Hulu Energi (50% kepemilikan), MedcoEnergi (30%) dan Tomori E&P Limited (20%).

Kedua, Amandemen PJBG antara Medco E&P dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Sedangkan ketiga adalah dan Amandemen PJBG antara Medco E&P dengan PT Meppogen (MEPPOGEN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kontrak-kontrak yang ditandatangani ini akan memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan kepada Pemerintah Indonesia, dan juga memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar bagi pemegang saham kami," kata Presiden Direktur MedcoEnergi Lukman Mahfoedz dalam keterangan tertulis, Senin (21/1/2013).

Penandatanganan tiga kontrak pasokan gas dengan pembeli gas domestik ini disaksikan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada acara Konferensi dan Pameran Indogas 2013.

Pertamina Medco Tomori Sulawesi, sebagai operator dari wilayah kerja Blok PSC Senoro – Toili di Sulawesi Tengah, akan memasok gas ke pabrik ammonia milik PAU sebanyak 55 MMSCF per hari dengan harga gas yang diindeks pada harga ammonia internasional.

Dengan harga ammonia di Desember 2012 di sekitar US$ 720 per ton, maka PAU akan membeli gas pada harga USD 8,44/MMBTU. Periode kontrak penjualan gas adalah dari 2015 hingga 2027.

Proyek Senoro Upstream saat ini sedang dikembangkan dengan target siap memasok gas ke kilang Donggi Senoro LNG di akhir 2014 dan PAU di kuartal I-2015.

Total nilai kontrak PAU diperkirakan lebih dari US$ 2,6 miliar, di mana bagian pemerintah sekitar US$ 1,3 miliar dan kontraktor PSC Senoro sekitar US$ 820 juta.

Kontrak dengan PGN dan MEPPOGEN yang diamandemen mencakup harga gas baru dan tambahan volume penjualan gas. Harga gas baru yang disetujui oleh PGN adalah US$ 7,11/MMBTU untuk tahun 2013, naik dari sebelumnya US$ 4,69/MMBTU, dengan faktor eskalasi 3% per tahun.

Saat ini pasokan gas ke PGN sebesar 20 BBTU per hari dan akan tetap sama tetapi volume Total Jumlah Kontrak naik 50% menjadi 41.900 BBTU. Kontrak penjualan gas yang diamandemen dengan MEPPOGEN memberikan penambahan jumlah penjualan gas menjadi 17,3 BBTU per hari dengan harga US$ 6,5/MMBTU (naik dari US$ 2,3/MMBTU).

Tambahan volume baru ini didapatkan dari gas yang dihasilkan di Blok PSC South & Central Sumatra yang akan digunakan untuk membangkitkan listrik untuk keperluan domestik. Dari dua kontrak amendemen ini, Perseroan memperkirakan mendapatkan tambahan bagi hasil di atas US$ 21 juta.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads