Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.660 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.620 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 11,843 poin (0,27%) ke level 4.428,131 terkena aksi ambil untung. Liburnya pasar saham AS membuat indeks minim sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 28,909 poin (0,65%) ke level 4.411,065 setelah aksi jual terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Sembilan indeks sektoral di lantai bursa jatuh ke zona merah.
Maraknya aksi ambil untung membuat banyak saham terkena koreksi, terutama di sektor finansial, yaitu saham-saham bank unggulan. Koreksi ini sempat menjegal indeks sampai posisi terendahnya di 4.399,758.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (22/1/2013), IHSG ditutup turun 23,426 poin (0,53%) ke level 4.416,548. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 4,740 poin (0,62%) ke level 755,260.
Saham-saham bank dan tambang bertanggung jawab atas pelemahan kali ini. Harga jual komoditas tambang yang turun dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu aksi jual.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 153.098 kali pada volume 6,709 miliar lembar saham senilai Rp 4,717 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 150 saham turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mengakhir perdagangan hari ini dengan mixed. Minimnya sentimen dari pasar global membuat bursa regional bergerak dalam rentang yangt tipis
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,08 poin (0,56%) ke level 2.315,14. Â
- Indeks Hang Seng naik 68,08 poin (0,29%) ke level 23.658,99. Â
- Indeks Nikkei 225 berkurang 37,81 poin (0,35%) ke level 10.709,93. Â
- Indeks Straits Times bertambah 2,71 poin (0,08%) ke level 3.224,03. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 7.150, Garda Tujuh (GBTO) naik Rp 350 ke Rp 5.450, Bank Ekonomi (BAEK) naik Rp 220 ke Rp 1.770, dan Chandra Asri (TPIA) naik Rp 200 ke Rp 3.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 52.700, Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 10.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.550, dan Bank Rakyat (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 7.600.
(ang/dru)











































