Direktur Utama Adira Finance Willy Suwandi Dharma mengatakan untuk tahap pertama, perseroan berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II tahap I senilai Rp 2 triliun, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I senilai Rp 500 miliar.
"Ini salah satu strategi pendanaan kami untuk mendukung pertumbuhan di tahun ini dan masa datang. Prosepek industri syariah juga akan berkembang pesat," kata Willy di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Senin (28/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun dalam dua tahun ke depan, perseroan berniat menerbitkan seluruh PUB I sebesar Rp 9 triliun, termasuk sukuk senilai Rp 1 triliun.
"Rasio hutang terhadap ekuitas (DER) perusahaan masih terjaga di level 3,6 kali pada akhir 2012. Masih jauh dari batas maksimum yang diperkenankan," ujar Made.
Dia menjelaskan, Adira Finance mendapat dukungan pendanaan dari induk perusahaan, yakni PT Danamon Indonesia Tbk melalui skema pembiayaan bersama (joint financing) senilai Rp 22,5 triliun pada akhir 2012.
"Jumlah itu mencakup 51 persen dari pembiayaan yang dikelola perusahaan sebesar Rp 45,6 triliun," katanya.
Sebagai penjamin dan pelaksana emisi adalah PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT HSBC Securities Indonesia.
Tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp 34 triliun dengan persentase pembiayaan motor dan mobil seimbang.
(dru/dru)










































