Menutup perdagangan, Selasa (29/1/2013), IHSG naik 22,093 (0,5%) ke level 4.439,03. Sementara Indeks LQ45 naik 2,945 poin (0,39%) ke level 757,467.
Pasar saham Wall Street ditutup mixed dengan kecenderungan menguat menyusul aksi beli investor di saham-saham yang defensif. Aliran dana yang masuk ke pasar modal belum berhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali menguat setelah kemarin konsolidasi. Penguatan ini diprediksi berlaku untuk jangka panjang.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 81,89 poin (0,75%) ke level 10.948,61. Β
- Indeks KOSPI naik tipis 0,43 poin (0,02%) ke level 1.956,39. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 22.09 poin (+0.50%) ke 4,439.03 dengan jumlah transaksi sebanyak 12.1 juta lot atau setara dengan Rp 6.38 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.28%), sektor basic-industries (+1.01%), sektor construction and property (+1.77%), sektor consumer goods (+0.20%), sektor finance (+0.10%), sektor infrastructure (+0.88%), sektor mining (+0.91%), sektor misc-industries (-0.44%), dan sektor trade (+0.71%)
Tercatat sebanyak 157 saham mengalami penguatan, 81 saham mengalami penurunan, 109 saham tidak mengalami perubahan dan 121 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA (+1.61%), UNTR (+3.08%), TLKM (+1.05%), KLBF (+2.83%), dan GGRM (+1.41%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. UNVR (-1.81%), BBRI (-1.27%), BMRI (-1.14%), ASII (-0.65%), dan BMTR (-3.30%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp224.14 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. PGAS, INDF, BBCA, BBNI, dan ASRI. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,684 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan konsolidasi. Untuk hari ini diperkirakan IHSG kembali akan mengalami kenaikan dan mulai melanjutkan tren kenaikan jangka panjangnya, hal ini terlihat dari Indikator Stochastic yang menghasilkan sinyal Golden cross dan volume yang mengalami peningkatan. Dengan support 4,380 dan resistance 4,480. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : PNBN, JSMR, UNTR.
Trust Securities
Ternyata penilaian kami bahwa IHSG akan melemah terbatas terpatahkan dengan penguatan yang terjadi. Seperti yang yang kami sampaikan sebelumnya dimana IHSG perlu adanya sentimen yang positif signifikan untuk dapat bertengger di zona hijau dan kenyataannya bursa saham Asia yang menghijau setelah merespon kenaikan sejumlah data-data ekonomi di Asia mampu berimbas positif bagi IHSG. Positifnya sejumlah datadata Asia tersebut juga mampu membendung sentimen pelemahan dari bursa saham AS setelah merespon negatif penurunan pending home sales bulanan dan kabar penurunan peringkat saham beberapa emiten. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.439,61 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.423,81 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.439,03. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan keniakan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (30/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.418-4.430 dan resistance 4.448-4.458. Berpola hammer di atas middle bollinger bands (LBB). MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada sedikit di bawah area overbought. Pergerakan IHSG terkonsolidasi dengan kecenderungan sideways. Meski belum ada kabar yang positif signifikan untuk mengangkat IHSG namun, dengan adanya penguatan yang terjadi diharapkan masih dapat menahan IHSG tidak masuk ke tren pelemahan jangka pendek.
(ang/ang)











































