Bursa Luncurkan Indeks Acuan Infrastruktur, SMinfra18

Bursa Luncurkan Indeks Acuan Infrastruktur, SMinfra18

- detikFinance
Kamis, 31 Jan 2013 10:28 WIB
Bursa Luncurkan Indeks Acuan Infrastruktur, SMinfra18
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melakukan penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU) terkait peluncuran indeks acuan baru bernama SMinfra18.

Komponen Indeks SMinfra18 adalah 18 saham yang dipilih dari daftar saham sektor infrastruktur dan penunjangnya. Sementara itu, pada peluncuran perdana Indeks SMinfra18 dibuka memerah di angka 302,88 atau menurun 0,42%.

Direktur Utama BEI Ito Warsito menjelaskan, BEI bersama SMI perseroan secara bersama-sama membangun inisiatif indeks yang menggambarkan pembiayaan terhadap sektor infrastruktur Indonesia yang meliputi telekomunikasi, energi, jalan tol, pelabuhan, penyedia air bersih sampai pengolahan limah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œIni mencakup secara bersama-sama dengan SMI karena infrastruktur kebutuhan yang tidak dapat dinafikan.Pertumbuhan ekonomi sudah baik tapi kendala pengembangan infrastruktur. Kami BEI bersama SMI ingin memanfaatkan apa yang dimiliki BEI yaitu saham-saham di infrastruktur yang akan menjadi indikator pembiayaan di sektor infrastruktur,” kata Ito dalam acara peluncuran Indeks Sminfra18, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/1/13).

Ito berharap, Indeks SMinfra18 akan menjadi titik awal fund manager untuk melihat betapa prospektif emiten di bidang infrastruktur dalam mengembangkan produk-produk investasi maupun instrumen lainnya yang dapat mengembangkan pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti reksa dana saham dan lainnya.

β€œTentunya ini akan menjadi pertumbuhan saham-saham infrastruktur di BEI. Tentunya kami berharap bahwa sinergi ini akan semakin menarik minat stakeholder di bidang infrastruktur untuk terus membiayai infrastruktur di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengatakan, Indonesia masih mengalami tantangan dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, tidak mudah membangun infrastruktur di Indonesia. β€œTantangan tidak hanya dialami kementerian saja. Kita terus mengupayakan untuk terus mendorong infrastruktur. Pemerintah telah mengembangkan investasi salah satunya melalui PPP,” katanya.

Hingga saat ini, kata Emma, SMI telah elakukan komitmen dalam pembangunan infrastruktur sebesar Rp 2,2 triliun. Angka tersebut, kata dia, jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan infrastruktur Indonesia seperti pembangunan jalan, transportasi, dan penyediaan air bersih.

β€œApa yang dilakukan SMI jauh dari cukup untuk pembangunan infrastruktur, untuk itu perlu dukungan dari berbagai pihak seperti perbankan, lembaga keuangan, dan pasar modal. Indeks ini sejalan dengan visi kami untuk menjadi katalis pembangunan infrastruktur yang andal dan terpercaya sehingga menarik investor asing untuk menanam saham infrastruktur di pasar moda. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah, berharap indeks ini bisa berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia,” kata Emma.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads