DGIK Bidik Kontrak Rp 1,8 Triliun di 2013

DGIK Bidik Kontrak Rp 1,8 Triliun di 2013

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 31 Jan 2013 11:41 WIB
DGIK Bidik Kontrak Rp 1,8 Triliun di 2013
Jakarta -

PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) menargetkan kontrak baru Rp 1,65-1,8 triliun tahun 2013. Nilai kontrak baru tersebut meningkat 10-20% dibandingkan dengan target tahun 2012.

Tahun lalu emiten konstruksi swasta nasional itu menargetkan kontrak baru senilai Rp 1,5 triliun. Pada realisasinya, kontrak baru yang diraih Perseroan mencapai Rp 2,4 triliun.

"Beberapa tender konstruksi gedung yang berhasil dimenangi perseroan, seperti hotel dan perkantoran yang diumumkan klien pada akhir tahun lalu membuat Perseroan berhasil mencetak nilai kontrak melampaui target yang ditentukan," kata Sekretaris Perusahaan DGIK, Djohan Halim dalam siaran pers, Kamis (31/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja tahun 2013 akan langsung tertopang oleh adanya kontrak lanjutan (carryover) yang diperkirakan senilai Rp 1,3 triliun dari proyek tahun lalu," tambah Djohan.

Perseroan menargetkan pendapatan usaha akan tumbuh 10-15% pada tahun 2013 dengan diselesaikannya proyek carryover, juga kontrak baru yang akan langsung dikerjakan tahun ini.

Pada sembilan bulan 2012 Nusa Konstruksi mencatat pendapatan usaha senilai Rp 839 miliar. Pekerjaan jasa konstruksi gedung mencakup 40% terhadap total pendapatan yang dibukukan selama periode ini.

Sejumlah 60% pendapatan berasal dari pekerjaan-pekerjaan sipil. Saat ini Perseroan mulai mengerjakan proyek yang tendernya baru saja dimenangkan akhir tahun lalu.

Proyek tersebut di antaranya Hotel Kempinski senilai Rp 305 miliar di Nusa Dua, Bali dan proyek Altira Business Park senilai Rp 150 miliar di Sunter, Jakarta.

Sejak berdiri tahun 1982, Nusa Konstruksi telah mengerjakan lebih dari 400 proyek gedung dan proyek infrastruktur, seperti gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Hotel dan Apartemen Dharmawangsa, Grand Indonesia adalah beberapa gedung lain.

Sedangkan beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan antara lain Runway Hasanudin Airport Makassar, Jembatan Kuok di Riau, dan pekerjaan tambang di Martabe, Sumatera Utara.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads