"Kita targetkan bisa dapat Rp 25 miliar tahun ini dari 100 ribu target pelaku UMKM program INDIPreneur. Itu murni dari fee based transaction/pay as you use," kata Direktur Enterprise and Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin usai acara konferensi persnya, di La Luce Restaurant, Jakarta, Senin (4/2/13).
Dia menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan dana sekitar Rp 10 miliar dari Operasional Expenditure (Opex) untuk program INDIPreneur tersebut. "Nah, pengeluaran kan untuk program itu Rp 10 miliar, diharapkan dari program itu kita bisa peroleh dana Rp 25 miliar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penandatanganan kerjasama ini sudah dilakukan di Desember 2012. Ini dalam rangka persiapan kerjasama financial inclusion. Salah satu kerjasama dengan BRI adalah join pre sence, kita sharing outlet mereka bisa pakai outlet Telkom, kita juga bisa pakai punya mereka. Support untuk ICT nya," kata dia.
Nantinya, kata dia, diharapkan dengan kerjasama ini bisa berkontribusi terhadap target pendapatan program INDIPreneur sebesar 15-20%.
"Dari kerjasama BRI kontribusinya sekitar 15-20 persen, sisanya jualan di portal online," ungkapnya.
Selain kendala permodalan, lanjutnya, UMKM juga terkendala soal isu pasar atau akses pasar dan kompetensi (pemanfaatan ICT).
Saat ini, Awal menyebutkan, sebagai perbandingan, jumlah enterpreneur yang ada di Indonesia saat ini hanya 1,5%, angka ini jauh lebih kecil dibanding Jepang dan Cina yang sudah mencapai 10%, sementara Singapura dan Malaysia berada di angka 7%.
"Angka 1,5 persen ingin ditingkatkan menjadi 2 persen Yang kedua penetrasi broadband. Saat ini penetrasi baru 7 persen, kita ingin tingkatkan di atas 10 persen," ujarnya.
Menurutnya, UMKM saat ini menghadapi kondisi kelemahan untuk mengakses permodalan dan penetrasi ke market dan lemahnya akses untuk memanfaatkan IT.
"Disini melihat bagaimana upaya Telkom untuk membekali para pelaku UMKM dengan IT, antara lain e-commerce dan aplikasi pendukung. Saat ini fasilitas IT menjadi kendala karena mahal," kata dia.
Dia menyebutkan, Telkom bekerjasama dengan berbagai inkubator bisnis yang sudah dibekali dengan IT. Saat ini sudah ada beberapa komunitas UMKM yang sudah bergabung, diantaranya BPR, Koperasi, Hotel, Travel agent, Bengkel, Toko retail, Petani sawit, Klinik/apotek, Radio broadcaster, Komunitas bisnis alumni ESQ, Komunitas bisnis NU, dan Komunitas bisnis lainnya.
(ang/ang)











































