Wall Street terkena koreksi tajam akibat sentimen negatif krisis utang Uni Eropa yang kembali memanas. Indeks S&P 500 mengalami koreksi terdalam sejak November tahun lalu.
Sentimen negatif dari Uni Eropa itu membuat investor melakukan aksi jual. Sentimen itu juga lantaran posisi indeks yang sudah sangat tinggi. Indeks hampir menembus rekor tertinggi sepanjang masa akhir pekan lalu.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) berniat menuntut anak usaha Standard & Poor's, McGraw-Hill, atas tuduhan pengaturan pemeringkatan surat utang. Sahamnya pun anjlok hingga 13,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasi pasar sudah diprediksi terjadi aksi jual. Banyak orang cari alasan untuk menjual, dan alasan itu datang dari Eropa," kata Michael James, senior trader dari Wedbush Morgan di Los Angeles, dikutip Reuters, Selasa (5/2/2013).
Imbal hasil obligasi Spanyol dan Italia kembali menanjak, memicu kembali panasnya krisis utang Uni Eropa. Perdana Menteri Spanyol didesak mundur setelah diketahui ada skandal korupsi.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 129,71 poin (0,93%) ke level 13.880,08. Indeks Standard & Poor's 500 jatuh 17,46 poin (1,15%) ke level 1.495,71. Indeks Komposit Nasdaq terjun 47,93 poin (1,51%) ke level 3.131,17.
(ang/ang)











































