Menutup perdagangan awal pekan, Senin (4/2/2013), IHSG naik 8,931 poin (0,20%) ke level 4.490,565. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,025 poin (0,26%) ke level 768,206.
Indeks hampir saja menembus level tertingginya sepanjang sejarah, yaitu di level 4.519,459 yang diraih pada pertengahan perdagangan Jumat 1 Februari kemarin. Rencana ini kandas gara-gara aksi ambil untung yang dilakukan investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wall Street terkena koreksi cukup tajam akibat sentimen negatif krisis utang Uni Eropa yang kembali memanas. Indeks S&P 500 mengalami koreksi terdalam sejak November tahun lalu.
Sentimen negatif dari Uni Eropa itu membuat investor melakukan aksi jual, apalagi posisi indeks sudah sangat tinggi dan hampir menembus rekor tertinggi sepanjang masa akhir pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 129,71 poin (0,93%) ke level 13.880,08. Indeks Standard & Poor's 500 jatuh 17,46 poin (1,15%) ke level 1.495,71. Indeks Komposit Nasdaq terjun 47,93 poin (1,51%) ke level 3.131,17.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan terkena koreksi menyusul maraknya sentimen negatif dari pasar global dan regional. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi itu akan dimanfaatkan investor untuk mengambil untung.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 98,76 poin (0,88%) ke level 11.161,59. Β
- Indeks KOSPI turun 15,28 poin (0,78%) ke level 1.937,93. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak sangat volatile sebelum akhirnya ditutup pada area positif. Pergerakan indeks dipengaruhi oleh sentiment positif dari pengumuman data ekonomi AS dan juga laporan kinerja 4Q/12 dari beberapa emiten yg bagus. DJIA menembus angka 14.000 untuk yang pertama kali sejak 5 tahun terakhir. Data manufaktur Amerika Januari naik tertinggi sejak 9 bulan terakhir. Data penambahan jumlah orang yang bekerja selama 2012 sebesar cukup bagus yaitu, 157.000 orang. Meski angka pengangguran naik dari 7,8% menjadi 7,9%, tetapi tidak menghambat kenaikan bursa AS. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 4.480-4.510.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 8.93 poin (+0.20%) ke 4,490.57 dengan jumlah transaksi sebanyak 11.99 juta lot atau setara dengan Rp 5.43 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.10%), sektor basic-industries (+0.08%), sektor construction and property (+0.39%), sektor consumer goods (-0.39%), sektor finance (+0.08%), sektor infrastructure (+0.27%), sektor mining (-0.68%), sektor misc-industries (+1.57%), dan sektor trade (+0.65%)
Tercatat sebanyak 85 saham mengalami penguatan, 154 saham mengalami penurunan, 106 saham tidak mengalami perubahan dan 123 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+2.01%), BBCA (+2.03%), BBRI (+1.25%), MPPA (+24.39%), dan MKPI (+24.24%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. GGRM (-2.97%), BMRI (-1.11%), BDMN (-2.46%), UNTR (-1.79%), dan BTPN (-3.52%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp421.99 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, BBCA, BBNI, INDF, dan TLKM. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,664 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan kelanjutan dari bullish primary trend-nya. Untuk hari ini diperkirakan IHSG kembali akan mengalami kenaikan, terlihat dari indikator MACD yang masih menghasilkan sinyal bullish. Dengan support 4,380 dan resistance 4,550. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AKRA, MAPI, SMRA.
(ang/ang)











































