Nathaniel Rothschild diminta mengembalikan saham bonus Bumi Plc miliknya. Desakan ini datang dari Direktur independen noneksekutif Bumi Plc Sir Julian Horn Smith menyusul rencana Rothschild mendepak grup Bakrie dari perusahaan tambang tersebut.
Sebelumnya, Rothschild sudah mendapat saham bonus sebagai imbalan dari struktur akuisisi yang dirancangnya. Dia pun menerima 6,67% saham Bumi Plc atau setara dengan 16,1 juta saham.
"Sekarang jelas terlihat bahwa kesepakatan dan struktur akuisisi yang diusulkan Nat dan dipakai Vallar Plc telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi banyak pemegang saham. Setelah ada pertemuan dengan pemegang saham, muncul banyak tekanan supaya Nat mengembalikan saham tersebut," kata Horn-Smith dikutip dari The Standard, Selasa (5/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak masuk bursa di Juli 2010, saham Bumi Plc bernilai Β£700 juta, tapi karena perseteruan antara kedua kubu makin memanas akhirnya saham Bumi Plc anjlok hingga lebih dari 70%.
Rothschild yang menguasai 14,7% hak voting di Bumi Plc berniat merombak jajaran direksi perusahaan yang tercatat di bursa London itu dengan melengserkan 12 dari total 14 direksi.
"Dewan (direksi dan komisaris) sudah sepakat bahwa Nat tidak perlu lagi memiliki saham-saham dan hak voting ini, apalagi saham-saham ini didapat dengan cara yang tidak wajar. Ini adalah sebuah kesalahan dan saham-saham itu harus dikembalikan," tambahnya.
Saat ini Grup Bakrie menguasai 23,8% saham Bumi Plc. Sebanyak 47,6% dari porsi saham itu dipegang oleh Komisaris Utama Bumi, Samin Tan. Setelah Samin masuk, Bakrie juga mengajak Rosan Roeslani masuk dengan 9,8% kepemilikan saham.
Kongsi ketiganya itu membuat Grup Bakrie punya 29,9% hak voting di perusahaan yang dulu bernama Vallar itu, bandingkan dengan Rothschild yang hanya punya 15% saja.
Bumi Plc didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-Rothschild di 2011, yang sebelumnya bernama Vallar Plc. Hubungan keduanya mulai memanas tak lama setelah perusahaan tersebut listing di bursa London.
Kabar yang beredar, Rothschild berniat mengambil alih Bumi Plc cara menjatuhkan harga sahamnya melalui kabar 'miring' seputar Grup Bakrie. Setelah saham Bumi Plc anjlok, Rothschild akan membelinya di harga murah.
Namun, Grup Bakrie yang sadar akan hal itu pun menyerang balik. Grup Bakrie sudah menarik satu-persatu personelnya dari jajaran direksi dan komisaris Bumi Plc. Setelah Indra Bakrie dan Ari Hudaya lebih dahulu meninggalkan perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu, Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc Nalin Rathod pun menyusul.
Mundurnya jajaran direksi Bumi Plc itu dipicu oleh ketegangan antara dua investornya, yaitu Grup Bakrie dan Rothschild. Nat yang kabarnya berniat mengambil alih Bumi Plc dari Grup Bakrie menuduh anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), telah melakukan penggelapan dana.
Nat pun meminta dilakukannya audit investigasi terhadap BUMI dan BRAU. Audit investigasi pun dilakukan, tapi karena merasa tidak didukung direksi dan komisaris Bumi Plc, Nat pun mengundurkan diri.
Tak lama, Grup Bakrie yang geram atas tuduhan tak berdasar itu langsung mengajukan proposal untuk melepas hubungan dengan Bumi Plc melalui pembelian kembali saham-saham yang dipegang Bumi Plc di aset-asetnya di Indonesia senilai US$ 1,2 miliar.
Yaitu melalui pembelian kembali 29% saham BUMI juga 85% kepemilikan di BRAU yang keduanya merupakan anak usaha Bumi Plc. Pembelian akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing nilainya US$ 278 juta dan US$ 950 juta.
Rothschild, yang juga salah satu pemegang saham Mayoritas di Bumi Plc merespons proposal ini dengan tawaran baru, yaitu berani membayar Bumi Plc senilai US$ 270 juta (Rp 2,5 triliun) kepada Bumi Plc melalui NR Investments jika dewan komisarisnya berani memutus hubungan dengan Grup Bakrie dan Samin Tan.
Dewan direksi Bumi Plc yang sudah melakukan pertemuan menyatakan tidak bisa merespons tawaran Rothschild dan akan melanjutkan pembahasan proposal Grup Bakrie, tawaran yang akan 'menceraikan' Bumi Plc dengan Grup Bakrie. (ang/dnl)











































