Dua anak usaha perusahaan pelat merah ini akan melangsungkan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) saham secara bergiliran, mulai semester-II 2014.
Dirut Pelindo II, RJ Lino menjelaskan, sebelum menjual saham di bursa, MTI akan lebih dulu menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar di semester-II 2013. Lino tak khawatir soal proses listing MTI yang dilakukan saat tahun politik 2014, karena menurutnya, bisnis pelabuhan tetap terus tumbuh dan berjalan meskipun terjadi pemilu legislatif dan pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan tahap lanjutan, Pelindo II akan mempersiapkan PPI untuk melantai di bursa tahun 2015. IPO ini dilakukan setelah, PPI tuntas menyelesaikan pembangunan terminal I di pelabuhan The New Tanjung Priok atau Kalibaru Jakarta Utara dan beroperasi di akhir tahun 2014.
"Begitu terminal 1 (The New tanjung Priok) tahun 2014 selesai, baru 2015 listed," tambahnya.
PPI merupakan anak usaha Pelindo II yang fokus pada pengembangan dan pengelolaan pelabuhan The New Tanjung Priok. Nantinya, setelah The New Tanjung Priok beroperasi mulai tahun 2014, PPI akan menjadi anak perusahaan Pelindo II dengan pendapatan dan aset sangat besar.
Sementara itu MTI, bertugas menangani logistik, terminal kontainer dan terminal multiguna bagi pelanggan yang menggunakan pelabuhan di Tanjung Priok. Pelindo II sebagai holding tidak akan melantai di bursa karena akan menerima penugasan dari pemerintah.
"IPC tidak listed karena ada penugasan negara," cetusnya.
(/)










































