"Ada beberapa anggota HIPPI yang sudah layak masuk bursa tetapi belum tahu bagaimana masuk bursa dan persyaratannya," kata di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (6/2/2013).
"Selain itu, kami menilai sudah layak tapi mereka belum mau. Di daerah-daerah Sumatera banyak sekali perusahan perkebunan yang besar-besar dan sudah layak masuk bursa tapi mereka belum niat. Industri juga ada perusahaan mainan anak mobil remote, itu contohnya sudah layak tapi belum berminat," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah masuk pasar modal kan harus tertib. Ini salah satu alternatif nambah permodalan daripada minjem ke bank dan obligasi, tapi harus siap terbuka dan transparansi. Perlu sosialisasi yang intensif BEI untuk ini," ujarnya.
Hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan HIPPI DKI Jakarta dalam rangka sosialisasi pasar modal. Kegiatan sosialisasi ini merupakan kesempatan bagi para pengusaha untuk mengenal lebih jauh pasar modal Indonesia.
(ang/ang)










































