Menutup perdagangan, Rabu (6/2/2013), IHSG melaju 19,535 poin (0,44%) ke level 4.498,976. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,000 poin (0,39%) ke level 769,849
Posisi indeks tersebut merupakan rekor tertingginya yang baru setelah baru saja Senin kemarin mencetak rekor di level 4.490,565 setelah naik 8,931 poin (0,20%). Investor asing lagi-lagi berperan banyak dalam pencetakan rekor ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 7,22 poin (0,05%) ke level 13.986,52. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 0,83 poin (0,05%) ke level 1.512,12. Indeks Komposit Nasdaq menipis 3,10 poin (0,10%) ke level 3.168,48.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Sentimen yang beredar dari pasar global hari ini tidak terlalu baik dan cenderung negatif.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 26,13 poin (0,23%) ke level 11.437,62. Β
- Indeks KOSPI naik 9,22 poin (0,48%) ke level 1.945,41. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 19.54 poin (+0.44%) ke 4,498.98 dengan jumlah transaksi sebanyak 12.03juta lot atau setara dengan Rp 5.44 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.23%), sektor basic-industries (+0.39%), sektor construction and property (+0.51%), sektor consumer goods (+0.65%), sektor finance (-0.02%), sektor infrastructure (+0.22%), sektor mining (+1.85%), sektor misc-industries (-0.56%), dan sektor trade (+1.32%)
Tercatat sebanyak 147 saham mengalami penguatan, 84 saham mengalami penurunan, 118 saham tidak mengalami perubahan dan 119 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I INCO (+9.91%), INDF (+4.96%), TLKM (+1.03%), MNCN (+5.15%), dan BMTR (+4.44%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII (-0.66%), BMRI (-0.56%), LPKR (-2.88%), MPPA (-6.32%), dan PGAS (-0.53%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp310.05 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. INDF, BBRI, BBNI, BMRI, dan SMGR. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,700 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan bagian dari konsolidasi untuk menguji resistance pada level 4,520. Untuk hari ini diperkirakan IHSG kembali akan mengalami penguatan namun masih dalam range yang sempit. Hal ini terlihat dari indikator Stochastic yang berpeluang membentuk golden cross dengan volume chart yang mengalami penguatan. Dengan support 4,380 dan resistance 4,550
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AALI, BKSL, TBIG.
Trust Securities
Menguatnya bursa saham Asia setelah merespon positif rilis kenaikan indeks manufaktur dan reboundnya bursa saham AS dan Eropa mengantarkan IHSG kembali bertengger di zona hijau. Maraknya sentimen positif seperti biasa, ikut berimbas pada saham-saham komoditas, terutama pertambangan yang indeksnya mencatatkan kenaikan tertinggi. Saham-saham pertambangan yang sebelumnya hanya bergerak sideways a.l INCO, ANTM, TINS, dan KKGI turut terdongkrak cukup tinggi. Pembukaan bursa saham Eropa yang masih positif pun semakin menguatkan posisi IHSG, meski tidak bertahan lama di level 4.500an. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.508,12 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4.483,06 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.498,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (7/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4470-4490 dan resistance 4515-4520. Berpola three river morning star menuju upper bollinger bands (UBB). MACD masih bergerak flat dengan histogram positif yang sedikit naik. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan downreversal dari area overbought. Perkiraan kami bahwa IHSG akan mengalami pelemahan terhapuskan dengan adanya sentimen positif seperti yang kami harapkan sebelumnya. Level 4450 masih menjadi batas untuk menjaga pergerakan untuk tidak melemah terlalu dalam. Penguatan terbatas kemungkinan akan kembali terjadi karena IHSG ingin mencoba kembali mengetes level resisten berikutnya di tengah aksi-aksi profit taking.
(ang/ang)











































