Dirut ADHI Kiswodarmawan menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) rutin sekitar Rp 700 miliar dan pembangunan monorel Jabodetabek Rp 1,2
triliun.
Tingginya dana yang dialokasikan untuk monorel, karena ADHI memiliki porsi saham terbesar dalam konsorsium BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiswo menambahkan, persetujuan pelaksanaan rights issue sendiri telah diberikan oleh DPR RI pada 2007 silam. Kendati demikian, anggota dewan menghendaki kepemilikan saham pemerintah tidak terdilusi setelah dilakukannya rights issue tersebut.
"DPR ingin kami melakukan rights issue maksimal 30% dari saham portepel Adhi Karya," tambahnya.
Sekedar diketahui, konsorsium BUMN akan membangun monorel tahap I senilai Rp 8 triliun. Porsi pendanaan 30% dari modal sendiri dan 70% dari pinjaman perbankan BUMN.
Konsorsium sendiri terdiri dari PT Telkom Indonesia Tbk, PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero), PT Len Industri (Persero), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
(/)










































