Mengakhiri perdagangan, Kamis (7/2/2013), IHSG ditutup naik tipis 4,172 poin (0,09%) ke level 4.503,148. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 0,545 poin (0,07%) ke level 770,394.
Indeks kembali menembus rekor tertingginya meski hanya naik tipis. Padahal, rekor tertingginya sepanjang masa baru saja diraihnya pada perdagangan sebelumnya, yaitu di level 4.498,976.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 42,47 poin (0,30%) ke level 13.944,05. Indeks Standard & Poor's 500 turun ke level 2,73 poin (0,18%) ke level 1.509,39. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 3,34 poin (0,11%) ke level 3.165,13.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dalam rentang yang tipis setelah kemarin kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Minat beli dan jual investor hari ini masih seimbang.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 93,61 poin (0,82%) ke level 11.263,46.
- Indeks KOSPI naik 2,11 poin (0,11%) ke level 1.933,88. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
Kemarin IHSG bergerak flat sebelum menguat tipis di tengah sebagian bursa regional Asia yang melemah. Investor juga masih menanti hasil dari pertemuan ECB. Selain itu kondisi politik yang tidak stabil di Italia dan Spanyol juga membayangi gerak bursa regional. Harga komoditas di pasar internasional terpantau juga melemah kemarin. India, yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru dunia, memproyeksikan pertumbuhan akan melambat pada tahun ini. Seperti diketahui India juga merupakan salah satu pasar tujuan ekspor komoditas yang penting di dunia. Meski hanya menguat tipis pada perdagangan kemarin, akan tetapi IHSG berhasil ditutup diatas level 4.500, setelah beberapa kali gagal ditutup di atas level 4.500. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak sideways dengan kisaran support-resistance 4.482-4.518.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 4.17 poin (+0.09%) ke 4,503.15 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.16 juta lot atau setara dengan Rp 6.82 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.29%), sektor basic-industries (-0.05%), sektor construction and property (+0.47%), sektor consumer goods (+0.79%), sektor finance (+0.50%), sektor infrastructure (-1.14%), sektor mining (-0.97%), sektor misc-industries (+1.23%), dan sektor trade (-0.18%)
Tercatat sebanyak 127 saham mengalami penguatan, 112 saham mengalami penurunan, 112 saham tidak mengalami perubahan dan 117 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+1.32%), BBCA (+1.52%), INDF (+3.15%), BBNI (+1.79%), dan EMTK (+4.88%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. TLKM (-1.53%), SCMA (-6.52%), INCO (-4.10%), TBIG (-4.39%), dan ADRO (-1.88%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp410.37 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBNI, INDF, ASII, BBRI, dan JSMR. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,677 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan testing resistance yang juga merupakan level all time high. Oleh karena itu untuk hari ini diperkirakan IHSG masih akan mengalami penguatan untuk menguji level 4,520. Dimana hal ini dikonfirmasi oleh indikator Stochastic yang menghasilkan sinyal golden cross dan OBV (On Balance Volume) yang juga menghasilkan sinyal bullish. Dengan support 4,380 dan resistance 4,550. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : PTPP, SMRA, TOTL.
(ang/ang)











































