Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 10,122 poin (0,22%) ke level 4.513,270 di tengah mixednya sentimen global dan regional. Aksi beli masih berlanjut meski posisi indeks sudah cukup tinggi.
Tak lama setelah pembukaan, indeks langsung menembus level intraday tertingginya di level 4.528,262. Level intraday tertinggi yang sempat diraih indeks ada di level 4.519,459 pada akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (8/2/2013), IHSG menipis 3,692 poin (0,08%) ke level 4.499,456. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,186 poin (0,02%) ke level 770,580.
Hanya tiga indeks sektoral yang berhasil bertahan di zona hijau, sementara tujuh sisanya jatuh ke zona merah. Koreksi paling dalam terjadi di saham-saham konsumer.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 84.307 kali pada volume 6,367 miliar lembar saham senilai Rp 4,205 triliun. Sebanyak 80 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 105 saham stagnan.
Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini kembali naik gara-gara aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar negosiasi senilai Rp 1,6 triliun. Transaksi ini masih difasilitasi broker Credit Suisse (CS)
Bursa-bursa di Asia mulai balik arah ke teritori positif hingga siang hari ini meski dengan poin yang masih tipis. Sayangnya, bursa saham Jepang masih menderita koreksi.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 8,29 poin (0,34%) ke level 2.426,82. Â
- Indeks Hang Seng menguat 25,63 poin (0,11%) ke level 23.202,63. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 126,10 poin (1,11%) ke level 11.230,97. Â
- Indeks Straits Times bertambah 9,57 poin (0,29%) ke level 3.271,34. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.250 ke Rp 65.950, Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.000 ke Rp 13.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 900 ke Rp 26.500, dan Century Textile (CNTX) naik Rp 450 ke Rp 6.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 350 ke Rp 5.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 50.150, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 200 ke Rp 5.250, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 200 ke Rp 4.100.
(ang/dru)











































