Asing Profit Taking, IHSG Terpangkas 11 poin

Asing Profit Taking, IHSG Terpangkas 11 poin

- detikFinance
Jumat, 08 Feb 2013 16:09 WIB
Asing Profit Taking, IHSG Terpangkas 11 poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 11 poin menyusul aksi ambil untung yang dilakukan investor asing. Posisi indeks yang sudah naik tinggi dimanfaatkan untuk profit taking.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.660 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.700 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 10,122 poin (0,22%) ke level 4.513,270 di tengah mixednya sentimen global dan regional. Aksi beli masih berlanjut meski posisi indeks sudah cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama setelah pembukaan, indeks langsung menembus level intraday tertingginya di level 4.528,262. Level intraday tertinggi yang sempat diraih indeks ada di level 4.519,459 pada akhir pekan lalu.

Saham-saham unggulan yang kemarin terkena koreksi kini kembali diburu investor. Sayangnya, setelah menyentuh posisi tertinggi, indeks langsung kena aksi ambil untung dan jatuh ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 3,692 poin (0,08%) ke level 4.499,456 terkena aksi ambil untung setelah indeks menyentuh level tertingginya sepanjang masa. Aksi jual banyak terjadi di saham-saham unggulan.

Saham-saham di sektor aneka industri gagal menahan indeks di zona hijau meski sudah banyak terjadi aksi beli di sektor tersebut.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (8/2/2013), IHSG berkurang 11,881 poin (0,26%) ke level 4.491,267. Sementara Indeks LQ4 melemah 1,549 poin (0,20%) ke level 768,845.

Delapan sektor lain yang terkena koreksi menyeret indeks jadi negatif. Investor asing yang sebelumnya mengoleksi saham kini mulai melepas untuk ambil untung.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 150.102 kali pada volume 8,503 miliar lembar saham senilai Rp 6,752 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi penjualan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di pasar negosiasi senilai Rp 1,6 triliun. Transaksi ini difasilitasi broker Credit Suisse (CS) dan Macquarie Capital (RX).

Bursa-bursa di Asia mulai menutup perdagangan akhir pekan di teritori positif berkat aksi beli yang dilakukan investor setempat. Sayangnya, bursa saham Jepang harus puas terjebak di zona merah menyusul naiknya nilai tukar yen terhadap dolar.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 13,87 poin (0,57%) ke level 2.432,40. Β 
  • Indeks Hang Seng menguat 38,16 poin (0,16%) ke level 23.215,16. Β 
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 203,91 poin (1,80%) ke level 11.153,16. Β 
  • Indeks Straits Times bertambah 9,41 poin (0,29%) ke level 3.271,18. Β 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.300 ke Rp 66.000, Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.000 ke Rp 13.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 950 ke Rp 26.550, dan Century Textile (CNTX) naik Rp 450 ke Rp 6.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 49.900, Multi Prima (LPIN) turun Rp 350 ke Rp 5.900, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 22.000, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 250 ke Rp 4.050.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads