Sudah Jenuh Beli, Pergerakan IHSG Makin Terbatas

Rekomendasi Saham

Sudah Jenuh Beli, Pergerakan IHSG Makin Terbatas

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 12 Feb 2013 08:12 WIB
Sudah Jenuh Beli, Pergerakan IHSG Makin Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bertambah 11 poin meski banyak investor meliburkan diri karena masih dalam suasana hari raya Imlek. Penguatan ini disokong oleh aksi beli selektif investor asing.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (11/2/2013), IHSG ditutup bertambah 11,980 poin (0,27%) ke level 4.503,247. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 2,480 poin (0,32%) ke level 771,325.

Pasar saham Wall Street berakhir datar setelah investor kehabisan dorongan untuk membeli saham menyusul penguatan yang sudah terjadi enam pekan berturut-turut. Pelaku pasar menanti katalis baru yang bisa menjadi pendorong pergerakan bursa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 21,81 poin (0,16%) ke level 13.971,16. Indeks Standard & Poor's 500 berkurang 0,92 poin (0,06%) ke level 1.517,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 1,87 poin (0,06%) ke level 3.192,00.

Hari ini, pergerakan IHSG diprediksi semakin terbatas setelah masuk area jenuh beli. Bahkan, potensi terjadinya koreksi mulai muncul akibat aksi ambil untung yang diperkirakan bisa terjadi.

Pergerakan indeks regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 247,73 poin (2,22%) ke level 11.400,89. Β 
  • Indeks KOSPI naik tipis 2,34 poin (0,12%) ke level 1.953,24. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 11.98 poin (+0.27%) ke 4,503.25 dengan jumlah transaksi sebanyak 6.71 juta lot atau setara dengan Rp 2.64 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG pada hari ini a.l sektor agricultural (-0.08%), sektor basic-industries (+0.38%), sektor construction and property (-0.06%), sektor consumer goods (+0.04%), sektor finance (+0.33%), sektor infrastructure (+0.52%), sektor mining (-0.05%), sektor misc-industries (-0.52%), dan sektor trade (+1.12%)

Tercatat sebanyak 106 saham mengalami penguatan, 107 saham mengalami penurunan, 124 saham tidak mengalami perubahan dan 131 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA (+2.01%), UNTR (+3.64%), BBRI (+1.24%), AMRT (+9.09%), dan EXCL (+3.70%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BMRI (-1.13%), ASII (-0.65%), BDMN (-1.65%), INCO (-2.61%), dan MNCN (-2.00%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp247.6 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. UNTR, BBRI, BBNI, INDF, dan SMGR. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,620 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan bagian dari konsolidasi yang terjadi setelah terbentuknya bearish engulfing candlestick pattern pada penutupan perdagangan jumat kemarin. Oleh karena itu untuk hari ini diperkirakan IHSG akan mengalami penurunan di mana hal ini juga didukung oleh indikator MACD yang semakin melandai dan berpeluang membentuk dead. Dengan support 4,460 dan resistance 4,550. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : EXCL, HEXA, UNTR.

Trust Securities
IHSG mendapat berkah dengan adanya tahun baru Imlek dimana menutup perdagangan Senin(11/2) di zona hijau meski masih di bawah target resisten kami. Namun demikian, pencapaian ini jauh lebih baik jika dibandingkan rerata tahun-tahun sebelumnya dimana H-1 dan H+1 saat Imlek mencatatkan pelemahan. Dari observasi selama 5 tahun terakhir (2008-2012) IHSG, untuk H-1 jelang Imlek, sebanyak 3x turun dan 2x naik di mana penurunan terdalam saat 2008 yang turun -2,41%. Untuk H+1, sebanyak 2x turun dan 3x naik di mana penurunan terdalam saat 2008 juga yang turun -1,88%. Untuk tahun ini, H-1 turun -0,26% dan H+1 naik 0,27%. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.514,12 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.496,02 (level terendahnya) jelang preclosing dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.503,25. Volume perdagangan dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Selasa (12/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4475-4501 dan resistance 4521-4530. Berpola bullish harami cross di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD cenderung melemah dengan histogram positif yang sedikit turun. RSI, William's %R, dan Stochastic upreversal tipis pada area overbought. Masih tercatatnya penguatan meski tipis menunjukkan masih adanya dorongan beli pada IHSG sehingga tidak mengalami pelemahan. Volume dan nilai transaksi yang menurun menyebabkan IHSG gagal mendekati target resisten. Dengan minimnya sentimen, diperkirakan IHSG masih akan bergerak variatif. Jikapun terjadi kenaikan maka kemungkinan masih akan terbatas karena posisi dari IHSG yang memang sudah berada di area overboughtnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads