PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) menuding Nathaniel Rothcshild sebagai dalang di balik anjloknya harga saham Bumi Plc. Atas anjloknya saham ini, BORN menderita kerugian paling besar di perusahaan tambang yang terdaftar di bursa London tersebut.
"Kami percaya dia (Rothschild) sengaja dan menunjukan ketidakmampuannya untuk bekerja secara konstruktif dengan para pemangku kepentingan inti dalam rangka melaksanakan tujuan jangka panjang," kata Direktur Utama BORN Alexander Ramlie dalam siaran keterangan tertulis, Rabu (13/2/2013).
"Sangat disayangkan, dan bertentangan dengan tujuan yang dibuat berdasarkan tata kelola perusahaan, bahwa ia memperoleh saham bonus yang besar yang tidak proporsional di Bumi Plc tanpa menunjukkan komitmen serius untuk memperbaiki masalah dan terlibat dengan pemegang saham lain," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, kata dia, rencana itu sering terganggu dengan tindakan antagonis yang terang‐terangan digunakan oleh Nat Rothschild, yang hanya memberikan sedikit harapan bagi para pemegang saham untuk bekerja secara profesional.
"Kami percaya bahwa pernyataannya (Rothschild) yang secara tak terduga memecah belah mitra sesama investor telah merusak hubungan yang sudah kritis, dan menghambat kemampuan manajemen Bumi Plc untuk fokus pada bisnis dan memulihkan nilai pemegang saham," katanya.
Ia menyatakan, kebingungan investor, ketidakpastian dan gangguan dari pernyataan dan tindakan yang dilakukan Nat telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar. Semuanya ini dilakukan untuk merugikan kepentingan seluruh pemegang saham.
Emiten berkode BORN milik salah satu orang terkaya di Indonesia itu pun mendukung Grup Bakrie dalam rangka membahas bubarnya kerjasama atau perceraiannya dengan Bumi Plc. Pasalnya, sebagai pemegang saham, BORN sudah menderita kerugian investasi cukup besar. (ang/dnl)











































