Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 6,401 poin (0,14%) ke level 4.554,644. Indeks masih terus menanjak meski kemarin sudah mencetak rekor tertingginya kemarin.
Aksi beli asing mendorong indeks terus melaju di zona hijau. Indeks pun langsung menembus level intraday tertingginya di level 4.581,536.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (13/2/2013), IHSG menanjak 31,972 poin (0,70%) ke level 4.580,215. Sementara Indeks LQ45 melaju 6,079 poin (0,78%) ke level 786,607.
Penguatan indeks kali ini disokong oleh banyaknya sentimen positif yang beredar dari pasar global, seperti Wall Street yang hampir menembus rekor baru serta penyataan Presiden AS Barack Obama sola rencana dibukanya perdagangan bebas AS-Uni Eropa demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Saham-saham konsumer melaju kencang, dibuntuti oleh saham konstruksi dan finansial. Sayangnya, sektor konstruksi jatuh ke zona merah akibat tekanan jual.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 97.694 kali pada volume 4,193 miliar lembar saham senilai Rp 2,96 triliun. Sebanyak 147 saham naik, sisanya 78 saham turun, dan 103 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia siang ini bergerak mixed cenderung menguat. Hanya pasar saham Jepang yang masih terkoreksi gara-gara nilai tukar yen yang menguat.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 142,61 poin (1,25%) ke level 11.226,51. Β
- Indeks Straits Times naik 30,77 poin (0,94%) ke level 3.301,07. Β
- Indeks KOSPI menguat 28,29 poin (1,45%) ke level 1.974,08. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara Bayan (BYAN) turun Rp 500 ke Rp 9.000, XL Axiata (EXCL) turun Rp 200 ke Rp 5.800, Taisho (SQMI) turun Rp 120 ke Rp 610, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 20.050.
(ang/dnl)











































