Ini Penjelasan BI Soal Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Ini Penjelasan BI Soal Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

- detikFinance
Rabu, 13 Feb 2013 13:34 WIB
Ini Penjelasan BI Soal Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai tukar rupiah yang melemah belakangan disebabkan oleh faktor eksternal. Krisis Global masih menjadi faktor pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

"Kekhawatiran terhadap prospek kebijakan fiskal AS, kelangsungan program stimulus ekonomi oleh The Fed serta masih tingginya ketidakpastian prospek penanganan krisis Eropa dan kondisi makro Eropa yang masih lemah menyebabkan masih rentannya proses pemulihan ekonomi global," ungkap BI.

Hal tersebut diungkapkan BI dalam Tinjauan Kebijakan Moneter seperti dirilis, Rabu (13/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih rendahnya harga komoditas, sambung BI yang menjadi basis utama ekspor Indonesia ikut menciptakan kondisi yang tidak kondusif bagi perkembangan rupiah.

Namun, BI memandang kebijakan bank sentral di negara maju yang masih akomodatif serta kebijakan stimulus oleh The Fed (Quantitative Easing) dan European Central Bank (ECB) akan mendorong aliran dana masuk ke negara-negara dengan fundamental domestik yang cukup resilen dan menawarkan imbal hasil menarik seperti Indonesia.

"Dengan demikian pelemahan rupiah lebih lanjut dapat tertahan dengan masuknya arus dana dari negara-negara maju tersebut," jelas BI.

Pada bulan Januari 2013, rupiah secara rata-rata melemah sebesar 0,22% (mtm) ke level Rp 9.654 per dolar AS dengan volatilitas yang tetap terjaga.

"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian. Selain itu, Bank Indonesia akan mendorong pembentukan referensi nilai tukar Rupiah di pasar spot domestik," tutup BI.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads