Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 3,228 poin (0,07%) ke level 4.591,901 di tengah koreksi pasar saham Asia. Indeks masih punya 'bahan bakar' untuk menguat meski sudah reli empat hari berturut-turut.
Investor masih konsisten lakukan aksi beli selektif, terutama investor asing. Saham-saham tambang yang sudah naik tinggi mulai terkena aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (15/2/2013), IHSG melaju 21,478 poin (0,47%) ke level 4.610,151. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,886 poin (0,49%) ke level 790,186.
Investor lokal memilih melepas saham-saham tambang, sehingga rata-rata terkena koreksi meski tidak dalam. Aksi beli masih didominasi oleh investor asing.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.116 kali pada volume 4,525 miliar lembar saham senilai Rp 2,817 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 104 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak melemah di zona merah. Bahkan koreksinya makin dalam seperti yang dialami pasar saham Jepang.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng menipis 17,41 poin (0,07%) ke level 23.395,84.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 182,45 poin (1,61%) ke level 11.124,83. Â
- Indeks Straits Times melemah 14,37 poin (0,44%) ke level 3.276,10. Â
- Indeks KOSPI turun 1,11 poin (0,06%) ke level 1.980,72. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mandom (TCID) naik Rp 450 ke Rp 11.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 50.400, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 23.100, BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 8.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 22.150, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 72.000, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 16.200.
(ang/dru)











































