Bakrie Masih Tunggu Pembeli Lahan Epicentrum

Bakrie Masih Tunggu Pembeli Lahan Epicentrum

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 16 Feb 2013 16:48 WIB
Bakrie Masih Tunggu Pembeli Lahan Epicentrum
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) masih menunggu calon investor yang akan membeli lahan miliknya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Anak usaha Grup Bakrie itu mengaku bersikap terbuka terhadap siapa saja yang berniat untuk membeli aset miliknya, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) yang saat ini gencar diberitakan.

Direktur Utama Bakrie Land Ambono Januarianto menyatakan akan melepas sebagian kepemilikannya yang ada di kawasan hunian terintegrasi atau superblok Rasuna Episentrum jika tawarannya menarik.

Menurut Ambono, harga tanah di kawasan Rasuna Said saat ini dipatok di harga rata-rata Rp 40 juta per meter persegi. Saat ini, Bakrieland masih memiliki cadangan lahan (landbank) seluas 10 hektar di kawasan tersebut dari total lahan seluas 53,6 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sesuaikan dengan harga rata-rata di kawasan itu, jangan sampai nawar di bawah harga rata-rata, nanti diprotes. Sampai saat ini belum ada yang ngomong secara langsung termasuk Pertamina, saya juga dengar dari media, Pertamina hanya menyebutkan di Rasuna, tapi lokasi spesifiknya di mana tidak disebutkan, yang punya tanah di sini kan banyak bukan kita saja," kata Ambono saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Sabtu (16/2/2013).

Namun, dia mengaku, jika Pertamina memang berniat masuk ke wilayah Epicentrum miliknya, berarti ini merupakan kerjasama yang menarik dan bergengsi.

"Kabarnya kan Pertamina 83 tingkat, 200 meter. Tapi kita enggak tahu. Kalau Pertamina mau di situ Alhamdulillah, kita welcome banget. Bakrie Land senang, daerah situ jadi bergengsi, pastilah ada kantor pusat pertamina dan gedung tertinggi di Indonesia," akunya.

Dia mengatakan, sebagai perusahaan pengembang, Bakrieland saat ini perlu terus meningkatkan kinerja perusahaan dengan melakukan beberapa aksi korporasi, salah satunya dengan mengembangkan kawasan di wilayah Epicentrum tersebut.

"Saya sampaikan sebagai pengembang, kita bisa jual sendiri atau join venture. Kalau harganya bagus bisa jual putus, recurring income bisa juga, semua tergantung, sesuai kebutuhan. Saat ini yang amat dibutuhkan mengembalikan Bakrie Land sebagai company real estate. Lahan di kawasan ini bisa diperuntukkan sesuai yang ada di sini, baik untuk apartemen, kantor, office tower, hotel, komersial, macam-macam, pokoknya multi use," paparnya.

Sementara itu, pihaknya mengaku masih akan fokus untuk menyelesaikan rugi yang diderita perseroan. Salah satunya dengan cara menjual tol miliknya ke pengusaha Hary Tanoesoedibjo beberapa waktu lalu. Dia berharap, kuartal pertama tahun ini, kerugian tersebut bisa segera diselesaikan.

"Kita selesaikan dulu kerugian, (melalui) penjualan jalan tol. Kalau sudah selesai, baru fokus ke yang lain termasuk Epicentrum ini. Closing jalan tol diharapkan kuartal I-2013," kata Ambono.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads