Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (15/2/2013), IHSG ditutup menanjak 21,113 poin (0,46%) ke level 4.609,786. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 3,515 poin (0,45%) ke level 789,815.
Indeks juga sempat menembus level intraday tertingginya sepanjang masa, yaitu di level 4.612,096. Level intraday tertinggi indeks sebelumnya ada di level 4.601,952 pada perdagangan Kamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreksi tajam yang terjadi di perusahaan retail terbesar dunia, Walmart, memaksa Wall Street berakhir datar. Untungnya masih ada beberapa saham yang bisa menguat tipis.
Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks S&P 500 berkurang 1,59 poin (0,10%) ke level 1.519,79. Sedangkan Indeks Dow Jones naik tipis 8,37 poin (0,06%) ke level 13.981,76, sementara Indeks Komposit Nasdaq melemah tipis 6,63 poin (0,21%) ke level 3.192,03.
Hari ini, IHSG akan konsolidasi dulu setelah satu pekan terakhir terus-terusan menguat. Posisi indeks yang sudah sangat tinggi jadi rawan profit taking.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 193,07 poin (1,73%) ke level 11.366,90. Β
- Indeks KOSPI menipis 1,82 poin (0,09%) ke level 1.979,36. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 21.11 poin (+0.46%) ke 4,609.79 dengan jumlah transaksi sebanyak 16.36 juta lot atau setara dengan Rp 5.52 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.73%), sektor basic-industries (+0.13%), sektor construction and property (+0.34%), sektor consumer goods (+0.84%), sektor finance (+0.87%), sektor infrastructure (+0.59%), sektor mining (-0.63%), sektor misc-industries (+0.10%), dan sektor trade (+0.28%)
Tercatat sebanyak 134 saham mengalami penguatan, 115 saham mengalami penurunan, 104 saham tidak mengalami perubahan dan 115 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I TLKM (+2.05%), BBRI (+1.75%), UNVR (+1.10%), BNII (+6.17%), dan CPIN (+1.81%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BUMI (-6.59%), UNTR (-1.28%), SMGR (-0.91%), INCO (-2.59%), dan JSMR (-1.79%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp710.21 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. TLKM, INTP, UNVR, BBCA, dan BBRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,670 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu kembali menciptakan all time high yang baru pada level 4.616. Untuk perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi dengan kecenderungan naik untuk menguji resistance yang berada pada level 4,650. Hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator MACD yang memberikan sinyal bullish. Dengan support 4,500 dan resistance 4,650. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : GGRM, MAPI, TLKM.
Trust Securities
Lonjakan saham-saham dalam indeks perkebunan, konsumer, infrastruktur, dan keuangan membuat IHSG tetap bertahan di zona hijau meski di awal perdagangan sempat mampir di zona merah. Keinginan untuk tetap bertahan di area hijau mengalahkan imbas variatifnya bursa saham Asia dan memerahnya pembukaan bursa saham Eropa. Apalagi masih banyaknya rilis positif kinerja dari emiten di berbagai media membuat pelaku pasar tetap aktif melakukan trading meski di tengah sudah kelewat overboughtnya IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.616 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4.588,24 (level terendahnya) di awal sesi I dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.609,79. Volume perdagangan dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (18/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4554-4590 dan resistance 4610-4622. Berpola menyerupai shooting star lewati upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih upreversal meski masih terbatas pada area overbought. Ternyata IHSG masih bisa naik namun, kami melihat kenaikan yang terkesan dipaksa Setelah new high level sebelumnya gagal berbalik downreversal, selanjutnya apakah IHSG masih bisa naik lagi? Semakin tinggi level harga efek, keinginan untuk profit taking kian besar. Tetap waspada akan pembalikan arah namun, kami berharap kalaupun terjadi pelemahan akan terbatas dengan rilis data-data Asia yang juga diharapkan masih bisa positif.
(ang/ang)











































