Pengakuan Hashim Djojohadikusumo Dukung Rothschild Singkirkan Bakrie di Bumi

- detikFinance
Selasa, 19 Feb 2013 13:46 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Kisah perseteruan antara Nat Rothschild dan Group Bakrie di Bumi Plc terus menguak. Kabar terkini, ternyata adik kandung Prabowo Subianto yaitu pengusaha Hashim Djojohadikusumo mengaku menjadi sekutu Rothschild. Aroma politik pun mulai santer.

Dikutip dari Financial Times, Selasa (19/2/2013), Hashim mengaku pertama kali bertemu dengan Nat di restoran Belvedere yang berada di Holland Park, London pada September 2012. Pertemuan keduanya 'dicomblangi' dari teman Hashim yaitu Robert Friedland seorang konglomerat tambang AS yang mendukung Nat untuk mengambil alih Bumi.

Sebulan kemudian, Hashim setuju untuk maju bersama Nat mengambil alih kontrol di Bumi Plc, yang berdiri 2010 saat Group Bakrie dan Nat bekerjasama untuk membuat perusahaan tersebut.

Kemelut Nat dan Bakrie bermulai saat harga saham Bumi Plc jatuh karena dugaan tata kelola perusahaan dan pengelolaan keuangan yang buruk. Perseteruan di Bumi Plc ini menjadi salah satu pertarungan terkotor yang pernah ada di London.
Pertarungan keduanya membuat reputasi London rusak sebagai salah satu sumber pencarian dana para perusahaan-perusahaan di negara berkembang.

"Dia (Nat) sangat marah karena merasa diperlakukan dengan buruk, dan mengajak saya. Investasi Nat di Bumi sangat penting dan emosional. Tapi untuk saya, saya hanya bersenang-senang saja, dan saya harap bisa mendapatkan uang dari situ," ujar Hashim kepada Financial Times.

Pada 21 Februari 2013 nanti, Nat akan melakukan RUPS Luar Biasa untuk menggeser 12 dari 14 direktur di Bumi Plc. Jika Nat sukses, maka Hashim akan dijadikan direktur non eksekutif di Bumi dan juga posisi chairman Berau Coal.

Namun rencana Nat ini mulai terganggu oleh langkah Rosan Roeslani yang menjual 10% sahamnya di Bumi Plc kepada investor baru, dan bahkan salah satunya adalah Hary Tanoesoedibjo.

Masuknya Hashim mendukung Nat makin membuat perseteruan di Bumi Plc makin panas, untuk memperebutkan aset tambang batubara milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Aroma politik mulai tercium, karena Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto bakal bertarung dalam kampanye presiden di 2014.

Hashim yang saat ini berumur 58 tahun memang dikenal sebagai pengusaha minyak dan gas di Azerbaijan, Kazakhstan, dan AS. Hashim juga berencana menanamkan investasi ratusan juta dolar di Bumi Plc, apabila rencana Nat berhasil.

Dikatakan Hashim, dirinya percaya perombakan direksi Bumi Plc bakal membuat kinerja perusahaan membaik. Meskipun hanya 'aktor pendukung', Hashim percaya berbagai koneksi yang dia punya di Indonesia bisa membantu Nat.

"Kakak saya (Prabowo) menguasai lahan luas di sebelah Berau Coal. Jika ingin mengembangkan usaha, maka Berau harus meminta izin kakak saya dulu. Jika manajemen Bumi dan teman-temannya ingin membuat masalah ini makin rumit untuk Nat, kami juga bisa melakukan hal yang sama," tegas Hashim.


(dnl/hen)