Posisi IHSG Masih Rawan Profit Taking

Rekomendasi Saham

Posisi IHSG Masih Rawan Profit Taking

- detikFinance
Rabu, 20 Feb 2013 07:59 WIB
Posisi IHSG Masih Rawan Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terkoreksi 9 poin karena ada aksi ambil untung. Meski turun, IHSG masih bertahan di level 4.600.

Menutup perdagangan Selasa (19/2/2013), IHSG turun 9,984 poin (0,22%) ke level 4.602,062. Sementara Indeks LQ45 turun 2,539 poin (0,32%) ke level 786,669.

Pasar saham Wall Street berakhir positif mengikuti reli yang terjadi di bursa-bursa Eropa. Penguatan ini membawa Dow Jones dan S&P 500 mendekati level tertingginya sepanjang masa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 53,91 poin (0,39%) ke level 14.035,67, posisi tertinggi sejak 12 Oktober 2007.

Sementara Indeks S&P 500 menguat 11,15 poin (0,73%) ke level 1.530,94 posisi tertinggi sejak 31 Oktober 2007. Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 21,56 poin (0,68%) ke level 3.213,59.

Hari ini, IHSG akan kembali terkoreksi mengingat posisinya yang masih cukup tinggi sehingga rawan aksi ambil untung. Aksi beli asing masih bisa mengurangi koreksi indeks.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 82,47 poin (0,73%) ke level 11.454,81. Β 
  • Indeks KOSPI menguat 12,63 poin (0,64%) ke level 1.998,46. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah menyusul profit taking yang dilakukan investor menyusul kenaikan yang terjadi pada 5 hari sebelumnya. Pelemahan indeks dipicu oleh ketakutan akan terjadinya perubahan pucuk pimpinan di Italia yang bisa mengubah kebijakan pengetatan anggaran yang selama ini menjadi sasaran Bank Sentral Eropa. Italia akan mengadakan pemilu utk memilih perdana menteri pada 24-25 Feb 2013. Seiring dengan penurunan kemarin, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan. Koreksi yang terjadi saat ini relative wajar dan merupakan koreksi sehat. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.589-4.618.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -9.98 poin (-0.22%) ke 4,602.06 dengan jumlah transaksi sebanyak 28.55 juta lot atau setara dengan Rp 6.7 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.59%), sektor basic-industries (-0.82%), sektor construction and property (-0.16%), sektor consumer goods (-0.35%), sektor finance (+0.06%), sektor infrastructure (-0.13%), sektor mining (+0.05%), sektor misc-industries (-0.04%), dan sektor trade (-0.37%)

Tercatat sebanyak 86 saham mengalami penguatan, 152 saham mengalami penurunan, 104 saham tidak mengalami perubahan dan 126 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I INVS (+11.43%), VIVA (+23.53%), BUMI (+7.53%), BBRI (+0.58%), dan BBCA (+0.49%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. CPIN (-2.91%), BBNI (-1.73%), EXCL (-2.75%), PGAS (-1.06%), dan UNVR (-0.66%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 38.73 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBNI, TLKM, BBCA, GGRM, dan WSKT. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,709 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin mengindikasikan IHSG sedang berkonsolidasi dan untuk hari ini besar kemungkinan IHSG kembali akan terkoreksi dimana hal ini juga dikonfirmasi oleh Indikator Slow stochastic yang menghasilkan sinyal dead cross dan RSI yang berada pada area overbought. Dengan support 4,550 dan resistance 4,750. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BHIT, BTPN, GGRM.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads