Saham perusahaan pelayaran ini sempat menyentuh level terendah di harga Rp 300 dan menembus level tertinggi di angka Rp 345 atau naik Rp 115 (50%) dari harga penawaran perdana.
Perseroan melepas 395 juta lembar saham ke publik atau sebesar 15% dari modal yang ditempatkan dan ditargetkan memperoleh Rp 90,85 miliar dari hasil IPO tersebut. PT BCA Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
Perusahaan ini merupakan emiten kelima yang melantai di bursa tahun ini setelah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), dan PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP).
Direktur Utama Trans Power Marine Daniel Wardojo mengatakan, dana perolehan dari hasil IPO akan dialokasikan untuk membiayai pembelian tujuh set kapal tunda dan tongkang. Serta, satu kapal derek (flooting crane) untuk menunjang operasional perseroan.
"Ini merupakan wujud komitmen kami menjadi perusahaan yang transparan dan meramaikan pasar modal di Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, ini menjadi tantangan, kami berharap kerjasama dengan tim BEI dapat ditingkatkan di masa yang akan datang," ujarnya saat pencatatan saham perdananya, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/2/13).
Saat ini PT Trans Power Marine Tbk mengoperasikan lebih dari 30 set kapal tunda dan tongkang yang sebagian besar armadanya milik sendiri.
Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito berharap dengan masuknya perusahaan ini indeks di BEI bisa naik lagi. "Mulai hari ini saham perusahaan ini sudah resmi masuk bursa jadi harus transparans," kata Ito.
(ang/ang)











































