Indeks masih belum berhenti menguat dan terus mencetak rekor meski kemarin sempat turun tipis. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya diraih pada perdagangan Senin 18 Februari 2012 di level 4.612,046 setelah naik tipis 2,260 poin (0,05%).
Penguatan ini juga mendorong indeks kembali menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.634,451. Sebelumnya, rekor tertinggi ada di level 4.630,401 pada perdagangan Senin lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 108,13 poin (0,77%) ke level 13.927,54. Indeks S&P 500 berkurang 18,99 poin (1,24%) ke level 1.511,95 dan Indeks Komposit Nasdaq turun 49,18 poin (1,53%) ke level 3.164,41.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan terkena koreksi akibat aksi ambil untung. Pasalnya, posisi indeks sudah sangat tinggi dan masuk area jenuh beli.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 34,33 poin (0,30%) ke level 11.433,95. Β
- Indeks KOSPI turun 7,50 poin (0,37%) ke level 2.017,14. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemari ditutup menguat +0,70% setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi. Kenaikan yang terjadi kemarin didorong oleh optimisme akan pemulihan ekonomi global. Menguatnya IHSG juga dipengaruhi oleh beberapa data ekonomi dari Erop.a Kepercayaan investor Jerman Februari naik melampaui estimasi dan bahkan melampaui level tertingginya dalam 3 tahun terakhir. Hal ini jg menjadi indikator Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa sedang mengalami pemulihan dari penurunan ekonomi yg terjadi pada Q4/12.Selain itu rencana merger dan akuisisi di AS juga menjadi katalis positif bagi bursa regional. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 4.609-4.650.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 32.39 poin (+0.70%) ke 4,634.45 dengan jumlah transaksi sebanyak 17.7 juta lot atau setara dengan Rp6.32 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.23%), sektor basic-industries (+1.22%), sektor construction and property (+3.02%), sektor consumer goods (+1.05%), sektor finance (+0.51%), sektor infrastructure (-0.10%), sektor mining (-0.23%), sektor misc-industries (+0.57%), dan sektor trade (+0.72%)
Tercatat sebanyak 157 saham mengalami penguatan, 85 saham mengalami penurunan, 110 saham tidak mengalami perubahan dan 117 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI (+1.65%), UNVR (+1.98%), CPIN (+3.59%), ASII (+0.65%), dan LPPF (+25.00%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BBRI (-1.15%), INVS (-7.05%), TLKM (-0.51%), BMTR (-2.22%), dan BRMS (-6.02%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp319.64 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, UNVR, WSKT, BBTN, dan BBCA. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,684 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan level all time high yang baru sekaligus menguji resistance level 4,650 yang juga merupakan level 200% fibbonaci extention. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah di mana hal ini terlihat dari indikator RSI yang berada pada area jenuh beli dan juga mengalami pelemahan pada volume chart. Dengan support 4,550 dan resistance 4,750. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AALI, BJBR, GGRM.
(ang/ang)











































