Agenda pertama adalah pengajuan usulan perombakan direksi yang dilontarkan oleh salah satu pemegang saham, Nathaniel Rothschild. Agenda kedua, yaitu rencana pembelian kembali saham anak usaha Bumi Plc di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), oleh Grup Bakrie.
"Setelah EGM (Extraordinary General Meeting) jika Board (direksi dan komisaris) tetap dipertahankan, baru akan diajukan pemisahan Bumi Resources ke pemegang saham," kata Direktur Non Eksekutif Bumi Plc Amir Sambodo kepada detikFinance, Kamis (21/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan ini mengatur syarat-syarat divestasi Grup Bakrie dan BUMI dari Bumi Plc. Grup Bakrie diwajibkan menyetor US$ 50 juta atau sekitar Rp 475 miliar sebagai deposit atau uang muka dalam transaksi ini.
Berikut ini adalah beberapa ketentuan yang diatur dalam HoT tersebut:
- Bakrie akan melepas kepemilikan tak langsung 57.298.534 saham di Bumi plc atau setara 23,8% dari total modal ditempatkan Bumi Plc. Caranya dengan menukar saham-saham itu dengan 2,3 miliar lembar (10,3%) saham BUMI milik Bumi Plc.
- Bumi Plc akan menjual sisa 3,9 miliar lembar saham BUMI atau setara 18,9% kepada Grup Bakrie senilai US$ 278 juta (Rp 2,6 triliun) dibayar tunai.
- Grup Bakrie diminta untuk melakukan pembayaran sebesar US$ 278 juta itu dalam jangka waktu lima hari kerja setelah penandatangan transaksi. Pembayaran ini akan disimpan dalam rekening penampung sementara (escrow). Hal ini dilakukan guna memastikan dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi ada pada tempatnya sebelum RUPSLB.











































