Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 9.690 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.680 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG melemah 13,715 poin (0,30%) ke level 4.620,736. Sedangkan Indeks LQ45 turun 3,430 poin (0,43%) ke level 787,565.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi jual, pasalnya saham-saham ini kemarin sudah naik cukup tinggi. Aksi jual banyak dilakukan oleh investor lokal.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 8,830 poin (0,19%) ke level 4.625,530. Sementara Indeks LQ45 turun 1,861 poin (0,24%) ke level 789,134.
Kemarin, IHSG bertambah 32 poin atas aksi beli di saham-saham unggulan. Atas penguatan ini, indeks kembali menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa.
Wall Street berakhir melemah setelah hasil pertemuan The Federal Reserve yang menyatakan ada kemungkinan program pembelian surat utang akan dihentikan.
Penghentian stimulus oleh bank sentral AS itu dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Hal ini membuat investor regional mengamankan aset dengan melepas saham, akibatnya bursa-bursa di Asia kompak melemah.
Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:
Indeks Komposit Shanghai anjlok 35,78 poin (1,49%) ke level 2.361,40.
Indeks Hang Seng jatuh 322,19 poin (1,38%) ke level 22.985,22.
Indeks Nikkei 225 turun 85,25 poin (0,74%) ke level 11.383,03.
Indeks Straits Times melemah 10,08 poin (0,30%) ke level 3.298,81.
(ang/dnl)











































