Mengawali perdagangan, IHSG dibuka terpangkas 12,927 poin (0,28%) ke level 4.621,524. Terseret arus negatif bursa-bursa di regional. Aksi ambil untung menyasar saham-saham yang kemarin naik tinggi.
Saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi jual, pasalnya saham-saham ini kemarin sudah naik cukup tinggi. Untungnya aksi beli asing berhasil mendorong indeks kembali ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (21/2/2013), IHSG naik tipis 8 poin (0,19%) ke level 4.63,365. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,655 poin (0,21%) ke level 792,650.
Investor asing masih getol berburu saham, kali ini menyasar saham-saham lapis dua. Beberapa saham unggulan terkena aksi ambil untung yang dilakukan investor lokal.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 110.829 kali pada volume 4,275 miliar lembar saham senilai Rp 3,352 triliun. Sebanyak 83 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 120 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia jatuh semakin dalam di zona merah setelah terkena sentimen negatif dari pasar global. Pasar saham China jatuh paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 65,57 poin (2,74%) ke level 2.331,61. Β
- Indeks Hang Seng jatuh 409,78 poin (1,76%) ke level 22.897,63. Β
- Indeks Nikkei 225 terpangkas 144,20 poin (1,26%) ke level 11.324,08. Β
- Indeks Straits Times turun 16,22 poin (0,49%) ke level 3.292,67. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.200 ke Rp 4.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 72.100, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 23.000, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 51.100.
(ang/dnl)











































