Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh tingginya harga pokok penjualan yang ditaksir mencapi hingga US$ 1,69 miliar dibandingan tahun sebelumnya senilai US$ 1,48 miliar.Β
Demikian diungkapkan Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung mengutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (21/2/13).
"Harga pokok penjualan perseroan mengalami kenaikan sekitar 14,18% menjadi US$ 1,69 miliar," kata Edward.
Selain itu, penurunan laba bersih tersebut juga dipicu penurunan laba kotor perseroan tahun 2012 dari US$ 892,06 juta menjadi US$ 741,16 juta. Tak hanya itu, laba bersih per saham pun ikut turun menjadi 0,38 pada 2012 dari periode sebelumnya 0,48.
Meski mengalami penurunan laba, namun emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham ITMG ini mampu mencatatkan penjualan bersih senilai US$ 2,43 miliar, naik dibandingkan periode akhir Desember 2011 senilai US$ 2,38 miliar.
Sementara itu, pada 31 Desember 2012, total liabilitas ITMG turun menjadi US$ 488,80 juta dari posisi akhir 2011 sebesar US$ 497,67 juta. Ekuitas mencapai US$ 1 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya US$ 1,08 miliar. Kas dan setara kas juga turun menjadi US$ 461,23 juta pada 2012 dari periode sama sebelumnya US$ 612,41 juta.
(ang/ang)











































