Pasar Global Tak Kondusif, IHSG Bisa Terkoreksi

Rekomendasi Saham

Pasar Global Tak Kondusif, IHSG Bisa Terkoreksi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 22 Feb 2013 08:33 WIB
Pasar Global Tak Kondusif, IHSG Bisa Terkoreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menipis 2 poin menyusul aksi ambil untung investor lokal. Padahal, dana asing mengalir deras masuk ke lantai bursa dengan nilai lebih dari Rp 800 miliar.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (21/2/2013), IHSG ditutup menipis 2,047 poin (0,04%) ke level 4.632,404. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 0,284 poin (0,04%) ke level 790,711.

Pasar saham Wall Street jatuh untuk hari keduanya setelah muncul kekhawatiran atas memburuknya situasi ekonomi di zona Eropa dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Dow Jones jatuh 46,92 poin (0,34%) ke level 13.880,62. Indeks Standard & Poor's 500 kehilangan 9,53 poin (0,63%) ke level 1.502,42. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 32,92 poin (1,04%) ke level 3.131,49.

Hari ini, IHSG bisa dipengaruhi kondisi pasar saham global yang kurang kondusif. Indeks diperkirakan akan kembali terkena koreksi.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 108,67 poin (0,96%) ke level 11.200,46.  
  • Indeks KOSPI turun 2,55 poin (0,13%) ke level 2.012,67.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah tipis menyusul koreksi yang juga terjadi di bursa regional. Pelemahan bursa regional Asia menjelang pertemuan The Fed pekan depan. Investor khawatir akan rencana pengkajian kembali program stimulus moneter. Selain itu pasar juga bereaksi negatif atas wacana Perdana Menteri China, Wen Jiabao, yang akan memperketat pasar perumahan di negara tersebut. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance: 4.618-4.648.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -2.05 poin (-0.04%) ke 4,632.40 dengan jumlah transaksi sebanyak 15.63 juta lot atau setara dengan Rp6.16 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.45%), sektor basic-industries (-0.27%), sektor construction and property (+0.19%), sektor consumer goods (+0.63%), sektor finance (-0.26%), sektor infrastructure (-0.12%), sektor mining (-1.22%), sektor misc-industries (-0.11%), dan sektor trade (+0.81%)

Tercatat sebanyak 77 saham mengalami penguatan, 167 saham mengalami penurunan, 111 saham tidak mengalami perubahan dan 114 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I EMTK (+21.18%), INDF (+4.51%), BMRI (+1.08%), KLBF (+2.68%), dan BBNI (+1.76%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BBRI (-1.16%), MAYA (-16.90%), BDMN (-2.44%), BUMI (-6.12%), dan BNII (-3.41%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp848.11 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BBNI, BMRI, PGAS, dan KLBF. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,723 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin menghasilkan bearish shooting star candlestick. Hal ini mengindikasikan hari ini besar kemungkinan IHSG masih akan mengalami koreksi. Di mana koreksi ini merupakan koreksi yang wajar sebagai bentuk konsolidasi dikarenakan saat ini IHSG sudah berada pada area jenuh beli dan indikator Stochastic juga menghasilkan sinyal dead cross. Dengan range support 4,580 dan resistance 4,750. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : APLN, SCMA, SMGR.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads