Asing Borong Saham Rp 1 Triliun, IHSG Cetak Rekor Baru

Asing Borong Saham Rp 1 Triliun, IHSG Cetak Rekor Baru

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 22 Feb 2013 16:12 WIB
Asing Borong Saham Rp 1 Triliun, IHSG Cetak Rekor Baru
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertingginya sepanjang masa didorong aksi borong saham investor asing. Transaksi asing tercatat beli bersih lebih dari Rp 1 triliun.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.700 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.710 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 4,537 poin (0,10%) ke level 4.636,941. Indeks dibuka turun tipis terkena sentimen negatif pasar saham global dan regional. Tak lama, indeks secara perlahan mulai naik menyusul aksi beli selektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi di pasar global dan regional cukup suram terutama setelah diselimuti kabar negatif dari krisis utang Uni Eropa. Meski bergerak dalam rentang tipis, indeks sempat naik ke level 4.646,649.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 0,958 poin (0,02%) ke level 4.631,446 bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis atas maraknya sentimen negatif yang beredar. Indeks bergerak naik-turun antara zona merah dan hijau.

Saham-saham unggulan di sektor komoditas dan konsumer menjadi target aksi jual investor. Sedangkan aksi beli terjadi di saham-saham bank kelas berat.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (22/2/2013), IHSG bertambah 18,719 poin (0,40%) ke level 4.651,123. Sementara Indeks LQ45 naik 3,581 poin (0,45%) ke level 794,292.

Aksi borong saham banyak dilakukan investor asing berbarengan dengan aksi ambil untung investor lokal. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 1,14 triliun di seluruh pasar.

Derasnya dana asing yang masuk lantai bursa kembali mendorong indeks sampai ke posisi tertingginya sepanjang masa hari ini. Rekor tertinggi sebelumnya ada di level 4.634,451 setelah bertambah 32,389 poin (0,70%) pada perdagangan Rabu 20 Februari lalu.

Sedangkan rekor intraday tertingginya di level 4.656,128 belum terpecahkan lagi. Rekor intraday tertinggi itu diraih indeks pada perdagangan Kamis 21 Februari kemarin.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 170.152 kali pada volume 8,624 miliar lembar saham senilai Rp 6,864 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan melemah, kecuali pasar saha Jepang. Situasi ekonomi Eropa yang belum stabil membuat pelaku pasar regional banyak melepas saham.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 11,79 poin (0,51%) ke level 2.314,16.  
  • Indeks Hang Seng melemah 124,23 poin (0,54%) ke level 22.782,44.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 76,81 poin (0,68%) ke level 11.385,94.  
  • Indeks Straits Times menipis 1,70 poin (0,05%) ke level 3.285,90.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 400 ke Rp 13.400, Surya Toto (TOTO) naik Rp 250 ke Rp 7.250, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke Rp 9.550, dan BCA (BBCA) naik Rp 200 ke Rp 10.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 50.550, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 40.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 18.350, dan Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 22.950.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads