Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 8,520 poin (0,18%) ke level 4.654,643 didorong sentimen positif dari bursa global dan regional. Indeks semakin mendekati level psikologis 4.700.
Aksi beli selektif langsung terjadi di lantai bursa sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham unggulan dan lapis dua kembali jadi incaran investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (24/2/2013), IHSG naik 23,492 poin (0,51%) ke level 4.674,615. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,793 poin (0,73%) ke level 800,085.
Penguatan kali ini didorong oleh aksi beli investor asing. Hingga siang hari ini asing melakukan beli bersih dengan nilai cukup besar.
Sayangnya, penguatan indeks kali ini tertahan oleh koreksi saham-saham tambang yang terkena aksi ambil untung. Namun sembilan sektor masih mampu menguat di zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 100.350 kali pada volume 3,654 miliar lembar saham senilai Rp 3,079 triliun. Sebanyak 124 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional berhasil kompak menguat hingga siang hari ini. Lonjakan tertinggi dialami oleh pasar saham Jepang yang naik hampir dua persen.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 6,96 poin (0,30%) ke level 2.321,12. Â
- Indeks Hang Seng naik tipis 1,27 poin (0,01%) ke level 22.783,71. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 220,99 poin (1,94%) ke level 11.606,93. Â
- Indeks Straits Times menguat tipis 1,31 poin (0,04%) ke level 3.289,44. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 49.950, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 72.500, Indosat (ISAT) turun Rp 250 ke Rp 6.350, dan Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.800.
(ang/dnl)











































