Dengan alat ini, mobil yang terpasang OBU, bisa melewati pintu tol otomatis tanpa harus berhenti tapi cukup mengurangi kecepatan saja. Dorongan untuk mengurangi kemacetan ini datang dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Sampai akhir tahun (2013) untuk Jabodetabek itu 100 (GTO), kita akan usahakan 200 gardu terpasang (GTO) sampai akhir 2014. Sekarang sampai akhir tahun dipasang 100 GTO. Kalau OBU terjual hingga 500.000 unit, kita perbanyak hingga 200 gardu," tutur Dirut Adityawarman di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (25/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahap pertama 500 ribu terjual," tambahnya.
Untuk pengembangan OBU ini, Jasa marga akan menggadeng dua BUMN yakni PT Telkom Tbk dan PT Len. Hal ini dilakukan untuk menekan harga OBU yang saat ini dijual seharga Rp 600.000 per unit karena harus diimpor.
"Sekarang kecepatan masih di bawah 20 km per jam (alat lama). Alat ini akan dibuat oleh LEN dengan Telkom. Kita harapkan, sekarang dijual Rp 600 ribu (harga lama) dan bisa jauh lebih murah. Mungkin harganya jadi 60-70% dari harga semula," cetusnya.
(feb/ang)











































