Melesat 53 Poin, IHSG Cetak Rekor Baru Lagi

Melesat 53 Poin, IHSG Cetak Rekor Baru Lagi

- detikFinance
Rabu, 27 Feb 2013 15:53 WIB
Melesat 53 Poin, IHSG Cetak Rekor Baru Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah setelah melesat 53 poin. Dana asing hampir mencapai Rp 800 miliar 'parkir' di lantai bursa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi 7.690 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.705 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 19,455 poin (0,42%) ke level 4.682,486 di tengah koreksi yang terjadi di pasar saham regional. Sentimen positif datang dari Wall Street yang berhasil rebound.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi beli langsung terjadi di seluruh lapisan saham. Saham-saham yang kemarin terkena koreksi kini mulai diincar investor.

Perburuan investor di seluruh lapisan saham itu mengantarkan indeks ke posisi intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.721,860. Level intraday tertinggi IHSG sebelumnya diraih pada penutupan perdagangan Senin 25 Februari lalu di level 4.696,107.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 35,938 poin (0,77%) ke level 4.698,969. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah IHSG menembus level intraday 4.700.

Saham-saham unggulan yang kemarin terkena koreksi kini mulai diburu kembali. Aksi beli masih didominasi investor asing, tapi pemodal lokal juga tak mau ketinggalan.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (27/2/2013), IHSG ditutup melesat 53,384 poin (1,14%) ke level 4.716,415. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 9,764 poin (1,22%) ke level 808,528.

Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.696,107 diraih pada penutupan perdagangan Senin 25 Februari lalu setelah melonjak 44,984 poin (0,97%). Hanya selang dua hari, rekor ini langsung terpecahkan.

Aksi borong saham dilakukan investor asing, hingga sore hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 798,83 miliar di seluruh pasar.

Seluruh sektor berhasil menguat berkat aksi borong saham, tiap sektor rata-rata naik lebih dari 1%. Penguatan kali ini dipimpin oleh sektor konstruksi dan infrastruktur.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 161.246 kali pada volume 7,013 miliar lembar saham senilai Rp 7,255 triliun. Sebanyak 199 saham naik, sisanya 60 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Didorong sentimen positif pidato Gubernur The Federal Reserve yang berencana melanjutkan program stimulus sampai ekonomi AS berkembang, bursa-bursa di Asia sore ini rata-rata ditutup menguat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 19,88 poin (0,87%) ke level 2.313,22.
  • Indeks Hang Seng naik 57,32 poin (0,25%) ke level 22.577,01.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 144,84 poin (1,27%) ke level 11.253,97.  
  • Indeks Straits Times bertambah 9,54 poin (0,29%) ke level 3.263,80.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 73.500, Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 5.550, dan Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 22.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fast Food (FAST) turun Rp 1.200 ke Rp 10.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 48.850, Adira Finance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 9.550, dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 200 ke Rp 2.600.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads