Demikian dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (27/2/2013).
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan perseroan sebesar 19,65% menjadi Rp 19,59 triliun pada 2012 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp 16,37 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, beban pokok pendapatan perseroan juga tercatat naik menjadi Rp 10,30 triliun pada 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,89 triliun.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bruto menjadi Rp 9,29 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 7,46 triliun. Total liabilitas perseroan ikut naik menjadi Rp 8,41 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 5,04 triliun.
Hal itu mendorong ekuitas perseroan naik menjadi Rp 18,16 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 14,61 triliun. Namun, kas dan setara kas perseroan justru turun menjadi Rp3,02 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp3,37 triliun.
(dru/dru)











































