99 % Pemegang Saham IVM Setuju Konversi ke IKM

- detikFinance
Senin, 04 Okt 2004 11:29 WIB
Jakarta - Hampir seluruhnya atau 99,9 persen pemegang saham PT Indosiar Visual Mandiri Tbk (IVM), menyetujui konversi saham untuk menjadi pemegang saham di PT Indosiar Karya Media Tbk (IKM), yang menjadi induk IVM. Mulai hari ini saham IKM resmi tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Sedangkan saham IVM dinyatakan delisting."99.9 persen pemegang saham setuju konversi dari IVM ke IKM dengan rasio 1:1," kata Direktur Keuangan IKM, Phiong Philipus Dharma, di sela-sela pencatatan saham perdana IKM di gedung BEJ, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (4/10/2004).Pemegang saham yang tidak setuju hanya sebanyak 14.222.500 belum mengikuti konversi saham dan diberikan kesempatan sampai tanggal 22 November. Mereka yang tidak mau melakukan konversi, sahamnya akan dibeli oleh pembeli siaga PT Prima Visualindo yang hingga saat ini sudah mengeluarkan dana Rp 7,59 miliar.Saham IKM dengan kode IDKM yang dicatatkan di bursa sebanyak 1. 989.163.103 saham dengan penawaran kepada publik sebanyak 1.437.454.419 yang tercatat di papan pengembangan. Harga perdana saham IKM, Rp 551 dengan nilai nominal Rp 250 per saham.Menurut Phiong, tujuan dari pencatatan IKM karena perseroan ingin melakukan disertivikasi usaha serta tidak membatasi kepemilikan asing yang kini sudah mencapapai 20 persen. Dengan adanya minat asing yang terus bertambah diharapkan saham IKM akan semakin likuid.Pemegang saham IKM sendiri tidak memliki perubahan, sama seperti sebelum dikonversi. Mereka adalah PT Prima Visualindo 27,74 persen, PT TDM Asset Management 29,02 persen, dan Publik sebesar 43,24 persen.Direktur Pencatatan BEJ, Harry Wiguna, mengatakan perdagangan perdana saham IKM terlebih dahulu melalui pra pembukaan. Pasar pra pembukaan di mana langsung terbentuk harga sebesar Rp 750, atau naik 36,11 persen dibanding harga penawaran, yakni Rp 551 per saham.BEJ sendiri memberikan kebebasan autorejection sebesar 60 persen untuk hari pertama perdagangan IKM. Namun demikian, pada hari pertama ini perdagangan saham IKM di pasar tunai masih disuspensi. Hal itu disebabkan proses konversi baru dilakukan hari ini."Takut ada orang yang sudah menjualbelikan, padahal baru konversi hari ini. Jadi kalau dibuka nanti bermasalah," kata Harry.Hingga akhir tahun 2004 IKM menargetkan pendapatan sebesar RP 1,1 triliun. Dari jumlah itu, 98 persen berasal dari pendapatan iklan. Sedangkan laba bersih diharapkan mencapai Rp 130 miliar, naik dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 103 miliar.Untuk tahun 2005 laba bersih diharapkan naik 15 persen dan pendapatan sebesar 10 persen dibandingkan 2004. Saat ini utang obligasi Indonsiar mencapai Rp 592 miliar yang akan jatuh tempo pada tahun 2008.

(djo/)