Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.660 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,701 poin (0,06%) ke level 4.798,490. Sedangkan Indeks LQ45 bertambah 0,676 poin (0,08%) ke level 825,420.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski banyak sentimen negatif yang beredar dari pasar global dan regional, IHSG tetap mampu melaju di zona hijau atas dorongan aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks langsung mencetak rekor intraday tertingginya sepanjang masa.
Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG menguat 10,037 poin (0,21%) ke level 4.805,826. Sementara Indeks LQ45 naik 1,913 poin (0,23%) ke level 826,845.
Kemarin, IHSG melesat 79 poin didorong aksi beli di saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah di level 4.795,789.
Semalam, Wall Street berakhir datar menutup perdagangan Kamis menyusul tipisnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) di triwulan IV-2012. Meski ekonomi tumbuh tipis, tapi lebih baik dari perkiraan analis.
Bursa-bursa di Asia membuka perdagangan awal pekan dengan kompak melemah di zona merah. Industri manufaktur China yang melambat di bulan Februari jadi pemicu aksi jual investor regional.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pada pagi hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 0,46 poin (0,02%) ke level 2.365,13. Β
- Indeks Hang Seng turun 86,97 poin (0,38%) ke level 22.933,30. Β
- Indeks Nikkei 225 melemah 37,33 poin (0,32%) ke level 11.522,03. Β
- Indeks Straits Times berkurang 2,15 poin (0,07%) 3.267,80. Β











































