Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 3,875 poin (0,08%) ke level 4.799,664. Indeks menjadi satu-satunya yang menguat di regional.
Meski banyak sentimen negatif yang beredar dari pasar global dan regional, IHSG tetap mampu melaju di zona hijau atas dorongan aksi beli selektif di saham-saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (1/3/2013), IHSG naik tipis 0,668 poin (0,01%) ke level 4.796,457. Sementara Indeks LQ45 bertambah 0,024 poin (0,01%) ke level 824,768.
Aksi ambil untung yag dilakukan investor lokal sempat menjegal indeks sampai jatuh ke zona merah. Sampai di posisi terendahnya di 4.777,975, indeks langsung kembali menguat secara perlahan.
Meski IHSG sudah lama masuk area jenuh beli, namun investor tetap semangat beli saham. Banyak sentimen positif yang datang dari dalam negeri, seperti kinerja emiten yang kinclong dan tingkat inflasi yang terkendali.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Februari 2013 mencapai 0,75%. Penyebab inflasi pada bulan tersebut dikarenakan adanya pembatasan impor komoditi barang hortikultura.
Secara tahunan atau year on year, inflasi Februari 2013 tercatat 5,31%. Jika melihat tahun kalender, inflasi sejak Januari 2013 hingga akhir Februari 2013, BPS mencatat mencapai 1,79%
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 88.087 kali pada volume 4,042 miliar lembar saham senilai Rp 3,536 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mulai bergerak mixed setelah pagi tadi kompak melemah. Beberapa sudah berhasil kembali ke jalur positif mengikuti pergerakan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 12,68 poin (0,54%) ke level 2.352,92. Â
- Indeks Hang Seng turun 68,91 poin (0,30%) ke level 22.951,36. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 45,40 poin (0,39%) ke level 11.604,76. Â
- Indeks Straits Times naik 3,71 poin (0,11%) ke level 3.273,66. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.550 ke Rp 49.850, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 19.650, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 22.250, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 17.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 600 ke Rp 26.500, BCA (BBCA) turun Rp 300 ke Rp 10.700, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 22.650, dan Jaya Real (JRPT) turun Rp 200 ke Rp 4.400.
(ang/dru)











































