BEJ Berikan Dua Opsi pada Ades

BEJ Berikan Dua Opsi pada Ades

- detikFinance
Senin, 04 Okt 2004 14:49 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) memberikan dua opsi kepada PT Ades Alfindo Puterasetia Tbk (ADES), terkait masih dihentikan sementara (suspensi) perdagangan sahamnya.BEJ melakukan suspensi terhadap saham Ades sejak 5 Agustus 2004. Pasalnya, ada dugaan perbedaaan angka antara produksi dan penjualan, yang dialami Ades sejak tahun 2001.BEJ menilai paparan publik dari Ades (30/9/2004) serta laporan kinerja keuangan per Juni 2004, tidak menjelaskan perbedaan angka tersebut. Padahal salah satu pemegang sahamnya, yakni Cocacola, yang memiliki Ades lewat water partners bottling (WPB), sudah melaporkan kasus ini ke Bappepam AS (Security Exchange Commition/ESC)."Dalam hearing Jumat (1/10/2004) kemarin, kita kasih tahu ke Ades sekali lagi, bahwa sebetulnya cara informasi mereka ke publik malah semakin membingungkan. Ada ketidak jelasan angka produksi dan penjualan yang belum dipaparkan," kata Direktur Pencatatan BEJ, Harry Wiguna.Padahal, lanjut Harry, ketidakcocokan angka tersebut akan berdampak pada laporan keuangan. "Kita tanya berapa angkanya karena harus ada angka maksimum. Tapi mereka ngga bisa bilang," tukas Harry.Menurut Harry, terkait hal itu BEJ kemudian memberikan dua opsi kepada Ades soal kelangsungan sahamnya di bursa. Pertama, Ades diminta melakukan review sekali lagi, apakah jika terjadi perbedaan angka efeknya berat atau tidak dan bisa diumumkan atau tidak."Kalau dianggap tidak ada efeknya BEJ meminta Ades mengumumkan sekali lagi bahwa itu sesuatu yang wajar. Jika imbasnya tidak signifikan ke laporan keuangan, maka Ades harus mencabut laporan data yang terdahulu karena sudah sampai ke AS," ungkap Harry.Opsi kedua, jika dampaknya cukup besar BEJ meminta Ades mengaudit dan menginvestigasi kembali oleh akuntan yang baru, KPMG. Harry menegaskan, hal ini untuk mengetahui berapa kemungkinan kerugian yang terjadi."Kalau misalnya tidak bisa juga, kita akan mempertimbangkan statusnya akan kita apakan. Percuma punya perusahaan tapi tidak terbuka," tukas Harry.Pihak Ades sendiri mengaku akan mempertimbangkan opsi dari BEJ ini. Diharapkan Ades sudah bisa mengambil keputusan dalam minggu ini. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads