Ruang Penguatan untuk IHSG Mulai Terbatas

Rekomendasi Saham

Ruang Penguatan untuk IHSG Mulai Terbatas

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 04 Mar 2013 07:58 WIB
Ruang Penguatan untuk IHSG Mulai Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menguat poin 15 poin didorong aksi beli yang dilakukan investor asing. Indeks kembali menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah di level 4.811

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (1/3/2013), IHSG ditutup bertambah 15,824 poin (0,33%) ke level 4.811,613. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,227 poin (0,39%) ke level 827,971.

Rekor baru IHSG kembali terpecahkan akhir pekan lalu. Sedangkan level tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.795,789 pada penutupan perdagangan Kamis setelah melompat 79,374 poin (1,68%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham lapis dua punya andil besar dalam pencetakan rekor IHSG kemarin. Sedangkan saham-saham unggulan malah terkena aksi ambil untung dan menghambat laju penguatan IHSG.

Wall Street menutup akhir pekan dengan positif berkat data kepercayaan konsumer AS yang meningkat. Pelaku pasar berhasil mengabaikan pembahasan rencana pemangkasan anggaran AS yang berjalan alot.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 35,17 poin (0,25%) ke level 14.089,66. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 3,52 poin (0,23%) ke level 1.518,20. Indeks Komposit Nasdaq melaju 9,55 poin (0,30%) ke level 3.169,74.

Hari ini, IHSG diprediksi akan mulai terkena aksi ambil untung mengingat posisinya yang sudah cukup tinggi. Ruang gerak IHSG untuk menguat pun mulai terbatas.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 121,98 poin (1,05%) ke level 11.728,36. Β 
  • Indeks KOSPI menipis 0,01 poin (0,00%) ke level 2.026,48. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup menguat +0,33% menembus level 4.800. Dengan demikian sepanjang pekan lalu IHSG bergerak menguat 3,45%. Jika dibandingkan pembukaan awal tahun, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 11,47%. Saham sektor perbankan dan konsumer tercatat menjadi pendorong kenaikan indeks terbesar. Kenaikan pada pekan lalu tidak lepas dari aksi beli massive investor asing yang masuk ke bursa (capital inflow). Mengawali pekan ini kami melihat ruang kenaikan IHSG relatif terbatas. Tekanan jual dari aksi ambil untung diprediksi mulai muncul. IHSG diproyeksikan akan bergerak pada kisaran support-resistance pada kisaran 4.790-4.825.

eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 15.82 poin (+0.33%) ke 4,811.61 dengan jumlah transaksi sebanyak 15.23 juta lot atau setara dengan Rp7.63 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.12%), sektor basic-industries (+2.50%), sektor construction and property (-0.10%), sektor consumer goods (+0.28%), sektor finance (-0.86%), sektor infrastructure (+1.26%), sektor mining (-0.84%), sektor misc-industries (+1.54%), dan sektor trade (+0.49%)

Tercatat sebanyak 139 saham mengalami penguatan, 130 saham mengalami penurunan, 87 saham tidak mengalami perubahan dan 114 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+1.89%), PGAS (+4.17%), SMGR (+4.61%), BBNI (+5.43%), dan GGRM (+3.42%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BBCA (-2.73%), BBRI (-2.65%), BMRI (-1.49%), EXCL (-3.67%), dan KLBF (-2.33%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp851 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BBNI, INTP, SMGR, dan TLKM. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,682 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu menghasilkan level all time high yang baru dan berhasil breakout dari level psikologis 4,800. Hal ini mengindikasikan hari senin IHSG masih akan mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari indikator MACD dan moving average yang menghasilkan sinyal bullish. Dengan support 4,750 dan resistance 4,850. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : GGRM, INTP, ISAT.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads