Euphoria Pasar Dorong Indeks Capai Rekor Baru

Euphoria Pasar Dorong Indeks Capai Rekor Baru

- detikFinance
Senin, 04 Okt 2004 16:12 WIB
Jakarta - Euphoria pasar menyambut hasil pemenang Pilpres putaran II oleh KPU telah membuat harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 20,544 poin pada level tertinggi yaitu 856,449. Investor mengambil momentum tersebut, meskipun sebenarnya hasil pengumuman KPU telah diantisipasi sebelumnya.Indeks LQ45 naik 4,839 poin pada level 186,359, JII naik 3,847 poin pada level 140,977, MBX naik 6,024 poin pada level 227,237 dan DBX naik 4,121 poin pada level 201,321.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi sebanyak 28.799 kali pada volume 5.677.876 lot saham senilai Rp 1,965 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 39 saham turun dan 234 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer, diantaranya INCO naik Rp 1.050 menjadi Rp 12.450, Astra International naik Rp 450 jadi Rp 7.450, Telkom naik Rp 150 jadi Rp 4.350, Indosat naik Rp 125 jadi Rp 4.450, Indosiar Karya Media naik Rp 124 jadi Rp 675, BCA naik Rp 100 jadi Rp 2.125, Bank Mandiri naik Rp 75 jadi Rp 1.525, BRI naik Rp 50 jadi Rp 2.200Sedangkan saham yang turun di top loser, diantaranya Gudang Garam turun Rp 50 jadi Rp 13.250, PGN turun Rp 25 jadi Rp 1.100, Indah Kiat Pulp and Paper turun Rp 25 jadi Rp 850, Antam turun Rp 25 jadi Rp 1.475 dan Barito Pacific Timber turun Rp 10 jadi Rp 315.Euphoria investor menyambut pemerintahan baru pasca pengumuman hasil KPU hari ini membuat IHSG mencatat rekor tertingginya dalam sejarah bursa Indonesia. Investor asing maupun lokal mulai kembali percaya diri untuk mengakumulasi saham-saham yang fundamentalnya bagus, baik itu saham unggulan maupun lapis dua.Menurut Head of Research Securities DBS Vickers Ferry Hartoyo, kenaikan ini disebabkan oleh adanya kombinasi permainan jangka pendek yang menggunakan momentum pengumuman KPU serta kepercayaan invstor akan membaiknya ekonomi Indonesia yang dilihat dari turunnya inflasi September menjadi 0,02 persen dibandingkan Agustus 0,09 persen. Untuk jangka panjang indeks masih berpotensi naik, apalagi jika kabinet yang dibentuk SBY mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Tingginya indeks hari ini, menurut Ferry, belum akan diikuti oleh panic selling, kalaupun ada koreksi maka hanya akan bersifat sementara. (nit/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads