Waspada Profit Taking, IHSG Bisa Menguat Terbatas

Rekomendasi Saham

Waspada Profit Taking, IHSG Bisa Menguat Terbatas

- detikFinance
Jumat, 08 Mar 2013 08:13 WIB
Waspada Profit Taking, IHSG Bisa Menguat Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa menyusul maraknya aksi borong saham. Saham-saham lapis dua menjadi incaran investor.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (7/3/2013), IHSG ditutup naik 23,616 poin (0,49%) ke level 4.848,299. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,911 poin (0,35%) ke level 832,315.

Posisi IHSG tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.824,683 setelah melonjak 72,982 poin (1,54%) pada penutupan perdagangan kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wall Street naik tipis pada perdagangan Kamis mendorong Indeks Dow Jones kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. Pelaku pasar bersiap menanti data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 33,25 poin (0,23%) ke level 14.329,49, rekor tertinggi terbarunya. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 2,80 poin (0,18%) ke level 1.544,26. Indeks Komposit Nasdaq menguat 9,72 poin (0,30%) ke level 3.232,09.

Hari ini, IHSG diprediksi bisa melanjutkan penguatan didorong sentimen positif dari pasar global tersebut. Namun diharapkan investor tetap waspada akan adanya pembalikan arah IHSG ke zona merah.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 138,03 poin (1,15%) ke level 12.106,11. Β 
  • Indeks KOSPI menipis 0,01 poin (0,00%) ke level 2.004,39. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kembali mencatat rekor tertinggi pada perdagangan kemarin mengikuti Dow Jones yang juga berada dalam rekor tertinggi malam sebelumnya. Sentimen positif berasal dari pertumbuhan tenaga kerja oleh sektor swasta yang lebih baik dari perkiraan dan juga pernyataan Bank sentral AS bahwa ekonomi saat ini sedang bertumbuh. Sektor swasta menambah tenaga kerjanya sebanyak 198.000 orang, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 170.000 orang. Dalam Beige Book Survey the Fed mengungkapkan saat ini ekonomi AS sedang bertumbuh ditengah meningkatnya permintaan rumah dan auto. Investor tampaknya juga merespon berbagai sinyal positif baik dari AS, China, ataupun Jepang yang menunjukkan arah pemulihan. Disisi lain kami juga melihat pergerakan indeks regional masih dibayangi oleh aksi tunggu investor akan langkah yang diambil ECB dalam menyikapi kondisi politik di Italia yang tidak stabil, dimana hal tersebut dinilai bisa menghambat pemulihan di benua tersebut. Dari dalam negeri, laporan keuangan dari beberapa emiten tampaknya juga menjadi perhatian pasar. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi ditengah ancaman aksi ambil untung. Perlu diwaspadai kenaiakn IHSG kemarin tidak diiringi oleh volume. Kami melihat volume justru mengalami penurunan pada perdagangan kemarin. Kisaran support-resistance 4.830-4.865.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 23.62 poin (+0.49%) ke 4,848.30 dengan jumlah transaksi sebanyak 13.53 juta lot atau setara dengan Rp6.03 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.09%), sektor basic-industries (+0.79%), sektor construction and property (+2.69%), sektor consumer goods (+0.56%), sektor finance (+0.61%), sektor infrastructure (-1.15%), sektor mining (-0.47%), sektor misc-industries (+0.99%), dan sektor trade (+0.98%)

Tercatat sebanyak 154 saham mengalami penguatan, 105 saham mengalami penurunan, 94 saham tidak mengalami perubahan dan 117 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I UNTR (+3.34%), BMRI (+1.04%), EMTK (+7.55%), CPIN (+2.89%), dan ASII (+0.62%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. TLKM (-3.60%), BBRI (-0.57%), BBCA (-0.47%), PGAS (-0.93%), dan GGRM (-1.18%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp375 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. UNTR, BMRI, ASII, PGAS, dan INTP. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,695 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin berhasil mencapai all time high. Untuk hari ini diperkirakan IHSG masih bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dimana indikator RSI dan Stochastic sudah berada pada area overbought sementara MACD masih berada di teritori positif. Dengan support 4,770 dan resistance 4,880. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ASRI, BMRI, PGAS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads