Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.685 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 1,485 poin (0,03%) ke level 4.875,980. Sedangkan Indeks LQ45 bertambah 0,372 poin (0,04%) ke level 837,656.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung terjadi di saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas, sehingga menghambat penguatan. Untungnya, masih banyak aksi beli yang terjadi di saham-saham bank unggulan dan lapis dua.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG bertambah 9,095 poin (0,19%) ke level 4.883,554. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,009 poin (0,12%) ke level 838,293.
Akhir pekan lalu, IHSG naik 26 poin berkat aksi beli investor di saham-saham lapis dua. Indeks kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa.
Sementara indeks-indeks saham di bursa Wall Street belum berhenti naik. Indeks Dow Jones Industrial kembali mencetak rekor baru kemarin, terdorong oleh positifnya data tenaga kerja AS.
Bursa-bursa di Asia bergeraka mixed pagi hari ini dengan kecenderungan menguat menyusul adanya sentimen positif dari pasar global. Hanya bursa China yang melemah akibat kekhawatiran diperketatnya kebijakan moneter oleh pemerintah setempat.
Berikut situasi di bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 17,21 poin (0,74%) ke level 2.301,40.
- Indeks Hang Seng naik 39,49 poin (0,17%) ke level 23.131,44.
- Indeks Nikkei 225 naik 39,74 poin (0,32%) ke level 12.323,36.











































