Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 4,004 poin (0,08%) ke level 4.878,539 lanjutkan penguatan meski sudah berkali-kali mencetak rekor dan posisinya sangat tinggi. Aksi beli saham terjadi didorong sentimen positif dari pasar global.
Aksi ambil untung terjadi di saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas, sehingga menghambat penguatan. Untungnya, masih banyak aksi beli yang terjadi di saham-saham bank unggulan dan lapis dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (11/3/2013), IHSG menipis 4,438 poin (0,09%) ke level 4.870,057. Sementara Indeks LQ45 berkurang 2,341 poin (0,28%) ke level 834,943.
Aksi ambil untung mulai menekan sehingga IHSG labil dan naik-turun antara zona hijau dan merah. Tiga indeks sektoral masih mencoba menahan indeks di zona hijau, yaitu indeks sektor industri dasar, konstruksi dan finansial.
Saham-saham unggulan terkena aksi ambil untung dan terkoreksi cukup dalam, seperti saham-saham berbasis komoditas dan konsumer. Aksi jual banyak dilakukan investor lokal.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 86.515 kali pada volume 3,594 miliar lembar saham senilai Rp 2,873 triliun. Sebanyak 119 saham naik, sisanya 115 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga siang hari ini dengan kecenderungan menguat. Hanya bursa China yang terjebak di zona merah setelah ada kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter oleh pemerintah setempat.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 5,57 poin (0,24%) ke level 2.313,04. Â
- Indeks Hang Seng naik 102,43 poin (0,44%) ke level 23.194,38. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 74,79 poin (0,61%) ke level 12.358,41. Â
- Indeks Straits Times bertambah 4,08 poin (0,12%) ke level 3.293,61. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 400 ke Rp 14.000, Japfa (JPFA) naik Rp 350 ke Rp 9.050, Spreme Cable (SCCO) naik Rp 225 ke Rp 5.100, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 200 ke Rp 4.025.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 3.000 ke Rp 900.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 39.850, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 19.800, dan Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 22.800.
(ang/dru)











































